BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penelitian
adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang lama
dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku untuk dapat
menghasilkan suatu penelitian yang baik. Untuk dapat menghasilkan penelitian
yang baik, maka dibutuhkan desain penelitian untuk menunjang dan menberikan
hasil penelitian yang sistematik. Desain penelitian adalah semua proses yang
diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian, yang membantu penelitian
dalam pengumpulan dan menganalisis data.
Manusia pada
dasarnya selalu ingin tahu dan benar. Untuk memenuhi asa ingin tahu ini, maka
sejak zaman dahulu telah berusaha mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan pada
dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang
untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Pengetahuan tersebut diperoleh
dari pengalaman langsung maupun melalui pengalaman orang lain.
Semenjak
adanya sejarah kehidupan manusia di bumi ini, manusia telah mengumpulkan fakta.
Dari fakta-fakta ini kemudian disusun dan disimpulkan menjadi berbagai teori,
sesuai dengan fakta yang dikumpulkan tersebut. Teori-teori tersebut kemudian
digunakan untuk memahami gejala-gejala alam dan kemasyarakatan yang lain. Sejalan
dengan perkembangan kebudayaan umat manusia, teori-teori tersebut makin
berkembang, baik kualitas maupun kuantitasnya. Percobaan dari ppenelitian
berupa perlakuan maupun intervensi terhadap suatu variabel yang lain.
1. Definisi Metodologi
Penelitian
Metodologi penelitian adalah proses atau cara ilmiah untuk mendapatkan data
yang akan digunakan untuk keperluan penelitian[1]. Metodologi juga
merupakan analisis teoretis mengenai suatu cara atau metode.
Penelitian merupakan suatu
penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga
merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki
masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakikat penelitian dapat dipahami
dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan
penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya
dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan
penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian
merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui
sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan
kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
1. Karakteristik penelitian
·
Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pengetahuan
yang dapat menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan atau dapat memecahkan suatu
permasalahan yang terdapat dalam batasan masalah.
·
Metodologi penelitian adalah pengetahuan yang mengkaji
ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian.
·
Penelitian dan ilmu merupakan operasionalisasi dari metode yang
digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah.
2. Proses penelitian
·
Masalah penelitian penelitian mencakup: penemuan masalah dan pemecahan
masalah tahap:identifikasi bidang permasalahan, pemilihan atau pemilihan pokok
masalah dan perumusan masalah kajian teoretis menyusun kerangka teoretis yang
menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian.
·
Pengujian fakta (data) mencakup: pemilihan, pengumpulan dan analisis fakta
yang terkait dengan masalah yang diteliti data: sekumpulan fakta yang diperoleh
melalui pengamatan (0bservasi) atau survei. kesimpulan merupakan hasil penelitian
yang memberi feed back pada masalah atau pertanyaan penelitian.
3. Paradigma penelitian
A. Paradigma kuantitatif
a. Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris
b. Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian
dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik
c. Realitas bersifat objektif dan berdimensi tunggal.
d. Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.
e. Bebas nilai dan tidak bias.
f. Pendekatan deduktif.
g. Pengujian teori dan analisis kuantitatif.
B. Paradigma kualitatif
a. Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif
postmodern.
b. Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan
sosial berdasarkan kondisi realitas.
c. Realitas bersifat subjektif dan berdimensi banyak.
d. Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.
e. Tidak bebas nilai dan bias.
f. Pendekatan induktif.
g. Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.
Perbedaan paradigma kuantitatif dengan paradigma kualitatif
1.
Hubungan peneliti dengan fakta yang diteliti menurut paradigma kuantitatif
diasumsikan bersifat independen sehingga peneliti dapat menguji realitas fakta
secara objektif, terbatas pada dimensi tunggal, bebeas nilai Sebaliknya menurut
asumsi paradigma kualitatif, penelitian berinteraksi dengan fakta yang diteliti
sehingga lebih bersifat subjektif, tidak bebeas nilai,
2.
Proses penelitian paradigma kuantitatif menggunakan pendekatan deduktif,
sedangkan pada penelitian paradigma kualitatif menggunakan pendekatan induktif.
3. Paradigma kuantitatif
menekankan pengujian teori dengan analisis kuantitatif dibandingkan pendekatan
kualitatif yang memberikan tekanan pada penyusunan teori melalui pengungkapan
fakta dengan analisis kualitatif.[3]
BAB II
METODE ILMIAH DAN METODE PENELITIAN
1.2 METODE ILMIAH
Metode ilmiah adalah prosedur atau cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh
pengetahuan yang disebut ilmu (pengetahuan ilmiah Tidak semua pengetahuan
berupa ilmu, karena ilmu merupakan kriteria tertentu. Cara untuk memperoleh
pengetahuan dalam kajian filsafat dikenal dengan istilah epistemologi (filsafat pengetahuan).
Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar,
merasakan, dan berpikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak.
Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang memberikan penjelasan mengenai
fakta atau fenomena alam (fakta yang benar atau umumnya bernilai benar). Pengetahuan yang
menjelaskan fenomena alam bermanfaat untuk memprediksi fenomena-fenomena alam.
Pengetahuan yang terkandung yang dinilai dalam ilmu dinilai sebagai pengetahuan
yang benar untuk menjawab masalah-masalah dalam kehidupan manusia.
2. Jenis-jenis penelitian ilmiah
Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan
kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan
(1) Tujuan;
(2) Pendekatan;
(3) Tempat;
(4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh;
(5) Bidang ilmu yang diteliti;
(6) Taraf Penelitian;
(7) Teknik yang digunakan;
(8) Keilmiahan;
(9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan.
1. Dapat menyatakan tujuan dengan sejelas-jelasnya,
2. Menggunakan landasan teoretis dan metode pengujian data yang relevan
3. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah teoretis atau
berdasarkan pengungkapan data,
4. Telah mempunyai kemampuan untuk diuji ulang,
5. Memilih data dengan tepat sehingga hasilnya dapat dipercaya,
6. Menarik kesimpulan secara objektif,
7. Melaporkan hasil secara parsimony,
8. Hasil penelitian dapat digeneralisasi.
Penelitian bisnis merupakan suatu proses
pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan objektif untuk membantu
pembuatan keputusan dalam suatu bidang bisnis.[butuh rujukan]
Berdasarkan tujuan penelitian
a. penelitian evaluasi
b. penelitian dan pengembangan
c. penelitian aksi
Berdasarkan karakteristik masalah
1. Penelitian historis
2. Penelitian desktriptif
3. Studi kasus lapangan
4. Penelitian korelasional
5. Kausal-komparatif
6. Eksperimen
Berdasarkan jenis data
1. Penelitian opini (opinion research)
2. Penelitian empiris (empirical research)
3. Penelitian arsip (archieval research)
1. Menggunakan metodologi, peneliti dapat memudahkan pekerjaannya agar sampai
pada tahap pengambilan keputusan atau kesimpulan-kesimpulan.
2. Menggunakan metodologi, para peneliti dapat mengatasi berbagai
keterbatasan yang ada, misalnya keterbatasan waktu, biaya, tenaga, etik, dan
lain-lain.
3. Kesimpulan yang diambil oleh peneliti dapat terpercaya.
4. Kesimpulan yang diambil dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan.
Referensi Sumber :
BAB III
DESAIN PENELITIAN
1.3 DESAIN ILMIAH
Desain
penelitian atau rancangan penelitian merupakan suatu rancangan yang dapat
menuntun peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap petanyaan penelitian. Dalam
pengertian yang luas desain penelitian mencangkup pelbagai hal yang dilakukan
peneliti, mulai dari identifikasi masalah, rumusan hipotesis, operasionalisasi
hipotesis, cara pengumpulan data, hingga analisis data.
Pada
hakekatnya desai penelitian merupakan suatu wahana untuk mencapai tujuan
penelitian, yang juga berperan sebagai rambu-rambu yang menuntun peneliti dalam
seluruh proses penelitian. Dalam gars besarnya,
Di dalam
pelaksanaan penelitian dibagi atas :
1), Desain
Sampel
Desain ini akan digunakan dalam
operasional penelitian amat tergantung dari pandangan efisiensi, yang harus
diperhatikan dalam desain ini adalah
a.Mendefinisikan populasi
b.menentukan besarnya sampel
c.menentukan sampel yang
representatif
2). Desaint
alat (instrumen)
Adalah alat
untuk mengumpulkan data, alat yang digunakan dapat saja sangat terstruktur
seperti checklis dari Kuisioner atau kurang terstruktur seperti interview guide
atau suatu outline biasa didalam mencatat pengamatan langsung.
3). Desain Analisa
Desain
analisa sudah dikerjakan terlebih dahulu sebelum pengumpulan data dimulai,
dalam desain analisa diperlukan alat alat yang digunakan untuk membantu analisa
contohnya adalah dalam penggunaan statistika.
Jenis- jenis
Desain penelitian
1. Desain untuk penelitian yang ada
kontrol
Desain peneltian ini adalah desain percobaan atau
desain bukan percobaan kedua desain tersebut mempunyai kontrol dalam desain
percobaan beberapa variabel dikontrol.
2. Desain untuk studyi deskriptif dan
analitis
Penelitian Deskriptif adalah studi untuk menemukan
fakta dengan interpresatasi yang tepat , Disampig penelitian deskriptif
terdapat juga desain penelitian analistis. Pada analistis ditujukan untuk
menguji hipotesa dan mengadakan interprestasi yang lebih dalam tentang hubungan
– hubungan, pada desain ini dibagi atas tiga yaitu :
a. Deain studi historis
b. Desain studi kasus
c. Desain surveyor
3. Desain penelitian lapangan atau
bukan
Desain percobaan dapat dilihat dari sudut apakah
penelitian tersebut merupakan setting dengan menggunakan lapangan atau tidak
4. Desain Penelitian dalam hubungan
dengan waktu
Dalam hubungan nya dengan waktu serta pengulangan
pnelitan, maka kita lihat bahwa penelitian dengan menggunakan metode sejarah
memakai desain dimana penyelidikan dilakukan dalam suatu interval waktu
tertentu
5. Desain dengan tujuan evaluatif
atau bukan
Merupakan
penelitian yang berhubungan dengan keputusan administratif terhadp apliksi hsil
penelitin
6. Desain penelitian dengan data primer
atau data sekunder
1. Casual Comperative Research
disebut juga dengan penelitian sebab akibat merupakan salah satu ide berpikir ilmiah untuk menyusun suatu riset metodologi.
2. Riset Experimental
Research that allows for the causes of behavior to be determined. Untuk menggambarkan riset eksperimental bisa dilakukan pada dua kelompok dimana kelompok satu disebut kontrol tanpa diberi perlakukan apapun sedangkan pada kelompok ke dua diberikan perlakuan (treatment).
3. Ethnographic Research
Penelitian etnographi adalah penelitian yang memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang. Umumnya penelitian etnogarhi meneliti tentang budaya secara umum. Penelitian ini lebih terfokus pada organisasi yang mendefenisikan grup of people.
4. Historical Research
Historikal riset dilakukan dengan membaca buku-buku dan literatur serta mengikuti pola dari literatur maupun buku yang kita baca. Penelitian ini memerlukan history atau sejarah awal pertama terbentuknya topik yang ingin kita cari. Pada umumnya history atau sejarah tersebut tidak terekam sifatnya tidak autentik.
5. Action Research
merupakan penelitian yang berfokus langsung pada tindakan sosial.
6. Survey Research
Penelitian survei termasuk ke dalam penelitian yang bersifat kuantitatif untuk meneliti perilaku suatu individu atau kelompok. Pada umumnya penelitian survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.
7. Correlation Research
Penelitian ini dialakukan untuk melihat hubungan diantara dua variable. Korelasi tidak menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat), tetapi kausaliti menjamin adanya korelasi.
Desain
penelitian memiliki dua kegunaan yang amat penting dalam suatu proses
penelitian, yakni :
a)
Sarana bagi peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian.
b)
Merupakan alat bagi peneliti untuk mengendalikan atau mengontrol variabel yang
berpengaruh dalam suatu penelitian.
Desain
penelitian membantu penelitu untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan peneliti
yang sahih, objektif, akurat, serta hemat. Desain penelitian harus disusun dan
dilaksanakan dengan penuh perhitungan agar dapat memperhatikan bukti empiris
yang kuat relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Desain yang direncanakan
dengan baik sangat membantu peneliti untuk mengandalkan observasi dan intervensi,
serta untuk melakukan inferensi atau generalisasi hasil penelitian. Ruang
lingkup design penelitian terdiri dari :
1. Penentuan Judul Penelitian
Penentuan
judul penelitian sangat penting karena dapat mengetahui objek penelitian,
subjek apa yang akan diteliti, dimana lokasi penelitian, tujuan yang ingin di
capai dan sasarannya.
Ada beberapa
syarat yang diperlukan untuk memilih judul penelitian, yaitu :
a)
Judul ditetapkan setelah peneliti mengetahui permasalahan pokok objek yang akan
diteliti
b)
Judul penelitian mencerminkan keseluruhan isi penulisan
c)
Judul harus mengemukakan kalimat singkat dan jelas
2. Penentuan masalah penelitian.
Masalah
penelitian itu merupakan pedoman kegiatan penelitian. Dalam penelitian, masalah
berperan untuk mengarahkan kegiatan penelitian. Tanpa rumusan masalah, peneliti
akan kesulitan dalam pelaksanaan dan penulisan penelitiannya.
Beberapa
syarat yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah yaitu:
ü
Masih berhubungan dengan judul utama
ü
Mendukumg tujuan penelitian
ü
Mengembangkan atau memperluas cara-cara pengujian suatu teori
ü
Memberikan sumbangan terhadap metodelogi penenelitian
ü
Menunjukan variable-variabel yang diteliti.
Tujuan
penelitian dapat mengarahkan peneliti untuk mencapai sasaran dan target yang
ingin dicapai. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan utam dan tujuan sekunder.
Tujuan utama sangat erat kaitannya dengan judul dan masalah penelitian,
sedangkan tujuan sekunder sangat tergantung pada keinginan pribadi seorang
peneliti, dengan kata lain lebih bersifat subjektif bagi peneliti.
Hipotesis
adalah jawaban sementara terhadap permasalahan namun perlu menguji
kebenarannya.
Ada beberapa
cara untuk merumuskan hipotesis anatara lain yaitu sebagai berikut:
ü
Hipotesis yang baik harus searah dan mendukung Judul, Masalah, dan Tujuan
Penelitian
ü
Hipotesis harus dapat diuji dengan data empiris
ü
Hipotesis harus bersifat spesifik
Dalam
statistik dikenal ada dua macam hipotesis yaitu:
- Hipotesis nol (H0): hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan dan tidak ada perbedaan atau tidak ada pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.
- Hipotesis alternative (Ha): hipotesis yang menyatakan adannya ketidaksamaan atau adanya perbedaan dan saling mempengaruhi anatara variabel satu dengan variable yang lain.
- Penentuan populasi dan sampel penelitian
Yang harus
diperhatikan dalam menentukan sampel penelitian, adalah :
a)
Tentukan populasi di daerah penelitian.
b)
Tentukan jumlah sampel yang akan diteliti
c)
Tentukan metode pengambilan sampel
Metode
pengumpulan data terdiri atas beberapa cara yaitu :
a)
Osevasi
b)
Wawancara
c)
Angket
d)
Pengumpulan data skunder
e)
Pengumpulan data melalui penginderaan jauh
- Penentuan cara mengolah dan menganalisis data.
2. Desain Penelitian Kualitatif dan
Kuantitatif
Penelitian
kualitatif adalah riset yang
bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan
analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek)
lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Terdapat perbedaan mendasar antara
peran landasan teori dalam Penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif.
Dalam
penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan
berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan;
sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan
teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian
harus mempertimbangkan secara matang pendekatan yang tepat baik sintektik
maupun analitik, dan tujuan dari penelitian tersebut apakah bersifat heuristik
maupun deduktif. Peneliti dapat menggabungkan pendekatan-pendekatan ini.
Sebagai contoh, hipotesis yang diturunkan dari penelitian sintektik-heuristik
kemudian dapat dipilih menjadi dasar penelitian dengan menggunakan desain
analitik-deduktif.
Perbedaan
yang paling mendasar terletak pada sifat intrinsik subjek penelitian, peran
peneliti, dan apakah kebenaran diperoleh melalui fakta yang objektif atau
persepsi subjektif. Hasil yang ditunjukkan oleh perbaikan verbal pembelajar
bahasa sebagai strategi pemerolehan berbeda dengan hasil yang ditunjukkan oleh
nilai kuantitatif pada judgment test yang dikontrol dalam penelitian
eksperimental.
Referensi dan Sumber :
http://meilyneman.wordpress.com/2013/07/04/desain-penelitian-penelitian-kualitatif-deskriptif/. Diakses pada hari Jum,at tanggal 3 Januari 2013.
http://misterluthfi.corner.web.id/kepenulisan/membuat-rancangan-penelitian Diakses pada hari Jum,at tanggal 3 Januari 2013.
http://akank-sutha.blogspot.com/2012/03/desain-penelitian.html. Diakses pada hari Jum,at tanggal 3 Januari 2013.
Notoatmojo, Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rieneka Cipta. 2010.
Sastroasmoro, Sudigdo dan Sofyan I., Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis.
Jakarta : Sagung Seto. 2010.
BAB IV
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.
B. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya
Adapun tiga
teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan
wawancara.
1. Kuisioner (Angket )
Angket /
kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan
seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan
responden untuk dijawabnya.
Meskipun
terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika
respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam
Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran
dan penampilan fisik.
Prinsip
Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
- Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
- Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
- Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan,
Beberapa Kelebihan Teknik Kuisioner :
·
Secara pribadi dapat membangun hubungan dan
memotivasi respoinden,
·
lebih murah jika pemberiannya dilakukan langsung
dalam satu kelompok,
·
respon cukup tinggi.
Namun kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu
perusahaan untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan
tersebut.2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
Pengumpulan
data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara
pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar
lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik
mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
- Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
- Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
- Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.
Pengamatan
dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan
pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa
keuntungan antara lain :
·
Dengan cara
pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku,
pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu
perilaku tersebut terjadi.
·
Dengan cara
pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat
dicatat segera, dan tidak menggantungkan data dari ingatan seseorang
·
Pengamatan
langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi
secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek
tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik
karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan.
·
Dengan
pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan
yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu
metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.
3. Wawancara
Wawancara
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya
jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau
sumber data.
Wawancara
pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan
karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada
sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data
(umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara
terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
- Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
- Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
Metode
Wawancara
Yang
dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan
penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau
pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang
dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan
tatap muka maupun melalui telpon.
Wawancara
Tatap Muka
Beberapa
kelebihan wawancara tatap muka antara lain :
- Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
- Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
- Bisa membaca isyarat non verbal
- Bisa memperoleh data yang banyak
Sementara
kekurangannya adalah :
- Membutuhkan waktu yang lama
- Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
- Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
- Pewawancara perlu dilatih
- Bisa menimbulkan bias pewawancara
- Responden bias menghentikan wawancara kapanpun
Wawancara
via phone
Kelebihan
- Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka
- Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
- Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)
Kelemahan
- Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
- Wawancara harus diusahakan singkat
- Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel
Etika dalam
Pengumpulan Data
Beberapa isu
etis yang harus diperhatikan ketika mengumpulkan data antara lain :
- Memperlakukan informasi yang diberikan responden dengan memegang prinsip kerahasiaan dan menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti.
- Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek. Dengan demikian, peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian kepada subjek dengan jelas.
- Informasi pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian, maka penyampaiannya harus diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden, dan memberikan alasan spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.
- Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar
- Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati.
- Dalam study lab, subjek harus diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
- Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka, baik secara fisik maupun mental.
- Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama study.
Referensi Sumber :
Uma Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis.
Jakarta : Salemba Empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar