Selasa, 16 Mei 2017

SISTEM INFORMASI ( BAB 5 )



BAB V
DESAIN SISTEM

1.1 Konsep Desain sistem
Desain Sistem
desain sistem dapat didefinisikan sebagai: “Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.”

Tujuan desain sistem
Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu:
  1. Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuannya lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.
Pengertian Desain Sistem Menurut Para Ahli adalah :

Menurut John Burch dan Garry Grudnitski dalam buku Analisa dan Desain, Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur adalah : "Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.”

Dari definisi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa desain sistem adalah tahapan berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan dengan menyatukan beberapa elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh untuk memperjelas bentuk sebuah sistem.

Menurut Yavri D. Mahyuzir
dalam bukunya Pengolahan Data menyebutkan beberapa langkah yang perlu dilakukan pada proses desain sistem adalah :
  1. Menganalisa masalah dari pemakai (user), sasarannya adalah mendapatkan pengertian yang mendalam tentang kebutuhan-kebutuhan pemakai.
  2. Studi kelayakan, membandingkan alternatif-alternatif pemecahan masalah untuk menentukan jalan keluar yang paling tepat.
  3. Rancang sistem, membuat usulan pemecahan masalah secara logika.
  4. Detail desain, melakukan desain sistem pemecahan masalah secara terperinci.
  5. Penerapannya yaitu memindahkan logika program yang telah dibuat dalam bahasa yang dipilih, menguji program, menguji data dan outputnya.
  6. Pemeliharaan dan evaluasi terhadap sistem yang telah diterapkan.
Langkah-langkah dalam Desain Sistem
  1. Tahap Perencanaan
  2. Mendefinisikan Masalah ,Sistem yang berjalan dan Sistem yang diusulkan
  3. Menentukan tujuan sistem
  4. Mengidentifikasikan kendala sistem
  5. Membuat studi kelayakan (TELOS)
  6. Keputusan ditolak/diterima
Tahap Analisis
  1. Membuat struktur organisasi
  2. Mendefinisikan kebutuhan informasi
  3. Mendefinisikan kriteria kinerja system
Tahap Design
  1. Menyiapkan rancangan
  2. Membuat Context Diagram
  3. Membuat DFD
  4. Membuat IOFC
  5. Membuat ERD
  6. Merancang Kamus Data
  7. Membuat FlowChart
  8. Merancang File (master, input, proses, temporary)
  9. Merancang Dialog Input
  10. Merancang Dialog Output  
  11. Menyiapkan konfigurasi system
Tahap Penerapan
  1. Menyiapkan hardware dan software.
  2. Implementasi Pemrograman
  3. Testing
  4. Cutover
Tahap Penggunaan
  1. Audit Sistem
  2. Memelihara Sistem
Personil Yang Terlibat.
Pekerjaan desain system dilakukan oleh analis system dan personil-personil teknik lainnya: seperti Sepesialis pengendalian, personil penjamin kualitas, spesialis komunikasi data.

Tekanan-Tekanan Desain.
Tekanan desain adalah tekanan-tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu system informasi supaya mengena sasarannya.

Adapun tekanan-tekanan tersebut adalah :

a. Integrasi.
Sistem informasi harus didesain terpadu diantar unit-unit didalam organisasi. Untuk hubungan antara unit-unit organisasi dapat dihubungkan dengan berkomuninasi yang baik baik secara system maupun secara data.

b. Jalur Pemakai.
Sistem yang didesain harus memperhatikan personil pemakai system, dimana pemakai mengharapkan dapat dengan enak dilayani segala kebutuhannya oleh system makanya diharpkan system harus fleksibel, konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user.

Berikut ini beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memenuhi user interface.
  1. Query : Pemakai system dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya.
  2. Desain Layar : Desainlayar harus jelas dan tidak membingungkan.
  3. Umpan Balik : Waktu respon untuk mendapatkan umpan balik yaitu waktu saat user memasukan data dengan respon yang diberikanoleh system.
  4. Bantuan : Disediakan bantuan-bantuan jika user mengalami kesulitan mengopersikan system.
  5. Pencegahan Kesalahan : Sebisa mungkin kesalahan pemakaian system dihindari dengan : Pencecahan kesalahan, pendeteksian kesalahan, pembetulan kesalahan.
  6. Desain Workstation : tata letak jaringan mengikuti kaidah ergonomics.
c. Tekanan Persaingan.
Persaingangan diera sekarang ini sangatlah tajam, maka organisasi yang ingin bertahan harus memikirak infoarmasi, maka waktu desain system informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan.

d. Kualitas dan Kegunaan Informasi.
Informasi yang dihasilkan harus berkualitas yaitu : tepat waktu (ceapat), tepat nilai (akurat) dan relevan.

e. Kebutuhan-Kebutuhan Sistem.
Kebutuhan system yang harus ada: Keandalan, ketersediaan, keluwesan, skedul intaslasi, umur yang diharpakan dan poetensi pertumbuhan dan kemudahan dipelihara.

f. Kebutuhan-Kebutuhan Pengolahan Data.
Kebutuhan pengolahan data yang berhubungan dengan system informasi sbb: Volume Data, Hambatan waktu pengolahan, Permintaan perhitungan.

g. Faktor-faktor Organisasi.
Terdpat lima factor organisasi yang harus dipertimbangkan dlam desain system, yaitu : Sifat organisasi , Tipe Organisasi, Ukuran organisasi, Struktur organisasi, Gaya kepemimpinan.

h. Kebutuhan-Kebutuhan Biaya Efektivitas
Mempertimbangkan antar biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh
.
i. Faktor-Faktor Manusia
Analis system harus bisa mendesain system yang bisa diterima oleh semua pemakai.

j. Kebutuhan-Kebutuhan Kelayakan.
   Lima macam kelayakan yang harus diperhitungkan :
  1. Kelayakan teknik,
  2. Kelayakan ekonomi, 
  3. Kelayakan hukum, 
  4. Kelayakan operasi, 
  5. Kelayakan scedul.
Referensi Sumber :
http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-dan-langkah-langkah-desain- sistem.html#sthash.VNxRYAtG.dpuf
Artikel Pada Blog ini kami kutip dari berbagai sumber Seputar Pengertian Desain Sistem


1.2 Desain Sistem Secara Umum dan Terinci

1.      DESAIN SECARA UMUM


Tujuan dari system secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system yang baru. Desain system secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengindentifikasikan komponen-komponen system informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemograman komputer dan ahli teknik yang mengimplementasikan sistem.

Arsitek melakukan analisis, karena arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sipil yang akan membangun rumah. Desain terminal yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah.

 TEKNIK DESAIN SISTEM SECARA UMUM

Arsitek dapat menggunakan beberapa teknik desain akan membuat desain dalam membuat sketsa. Untuk bangunan gedung yang sederhana, mungkin arsitek cukup menggunakan kertas gambar (umumnya di kertas kalkir). Untuk bangunan gedung yang kompleks dan besar, arsitek mungkin juga dapat menggunakan teknik prototipe untuk mendesain bentuk gedung yang diinginkan.
Semua teknik-teknik yang digunakan di tahap analisis, sistem dapat juga digunakan pada tahap ini, seperti misalnya flowchart dan formulir-formulir. Disamping itu  terdapat beberapa teknik lain dapat diterapkan pada tahap desain ini, yaitu teknik sketsa di kertas kosong dan prototyping (pembuatan prototipe).

Prototyping merupakan pendekatan-pendekatan dilhami dari desain teknik (seperti pembuatan prototipe bangunan oleh arsitek). Penekanan dari teknik ini adalah pada pembuatan suatu model kerja dan sistem final secara mungkin. Model ini yang disebut dengan prototipe. Sistem prototipe ini kemudian dapat diperiksa oleh user untuk menentukan apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum. Jika belum sesuai dengan yang diinginkan, maka prototipe dapat direvisi sampaia sesuai dengan  yang diinginkan atau belum.

Prototyping belum banyak digunakanpada masa lau, karena beberapa lalu banyak pemograman komputer yang dilakukan dengan menggunakan bahasa pemograman semacam COBOL, FORTRAN, PL/1, dan BASIC. Bahasa-bahasa pemograman ini tidak mendukung pembuatan prototipe. Pembuatan kode program dan debugging dengan bahasa-bahasa pemograman ini untuk membuat suatu prototipe terlalu lama dan sulit. Contoh-contoh bahasa pemogrman diantaranya ialah FOCUS, RAMIS, BASE IV, FoxBase, USER-11. dengan bahasa-bahasa ini akan mudah untuk membuat program penghasil laporan-laporan dan pemasuk input. Setelah prototipe sektor dibuat dan disetujui, anaklis sistem dapat menentukan keputusannya, yaitu prototipe diteruskan lagi dengan bahasa pemograman yang telah digunakan atau prototipe diubah dengan bahasa pemogaraman lainnya.

 DESAIN KOMPONEN SISTEM SECARA UMUM
Pada tahap ini desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemograman. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi, dan kontrol.

a.      Desain Model Secara Umum Analisis sistem dapat lain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical system dan logical model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical syste.
Sketsa dari physical system dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. Metode dan prosedur yaitu bagian dari metode sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiaatan untuk menghasilkan output dari input yang ada.
Sistem informasi dapat mempunyai metode-metode pengolahan data sebagai berikut :
  1. Metode pengolahan data terpusat (centralized data processing method) lawan metode pengolahan data tersebar (distributed data processing method). Metode pengolahan data terpusat merupakan metode pengolahan data yang memusatkan pengolahannya pada suatu tempat tanggal tertentu. Dengan adanya pengolahan data secara tersebar memungkinkan tiap-tiap departemen untuk memasukkan data sendiri, mengolahnya sendiri bahkan menghasilkan output sendiri.
  2. Metode pengolahan kumpulan (batch processing method) lawan metode langsung (online processing method). Metode pengolahan kumpulan merupakan metode pengolahan data yang banyak digunakan dan umum pada beberapa tahun yang lalu. Metode pengolahan langsung mempunyai karakteristik tertentu yaitu transaksi yang terjadi secara segera dan langsung digunakan untuk memutakhiran file induk.
b.      Desain Output Secara Umum Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output dapat berupa hasil dari media keras (seperti misalnya kertas, microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Tipe output yaitu output intern yaitu output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. Dan output ekstern adalah output yang didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya.
Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative), tabel atau grafik. Yang paling banyak dihasilkan  adalah output yang berbentuk tabel. Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini :
  1. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru
  2. 2. Menentukan parameter dari output
c.       Desain Input Secara Umum Alat dari input dapat digolaongkan kedalam golongan yaitu alat input langsung dan alat input tidak langsung. Proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu data capture (penagkapan data), data preparation (penyiapan data), dan data entry (pemasukan data). Ada dua tipe input yaitu input internal dan eksternal.
Langkah-langkah desain input secara umum yaitu :
  1. Menentukan kebutuhan input dari sistem baru
  2. Menentukan parameter dari input
d.      Desain Database Secara Umum Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting dari sistem informasi karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
Database dibentuk dari kumpulan file. Tipe-tipe dari file yaitu :
  1. File induk
  2. File transaksi (transaction file)
  3. File laporan (report file)
  4. File sejarah (history file)
  5. File pelindung (backup file)
  6. File kerja (working file)
e.       Desain Teknologi Secara Umum Teknologi dapat digunakan untuk menerima input , mejalanakan model, menyimpan dan mengakses data, manghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sestem secara keseluruan . teknologi terdiri atas 3 bagian utama, yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan teknisi (humanware atau brainware). Teknisi yang mengetahui teknologi dan membuatnya dapat beroperasi.
Teknologi perangkat keras komputer terdiri atas :
  1. alat masukan
  2. alat pemroses
  3. alat output
  4. simpanan luar
Teknologi perangkat lunak dapat dikategorikan kedalam tiga bagian yaitu
  1. Perangkat lunak operasi
  2. Perangkat lunak bahasa
  3. Perangkat lunak aplikasi
f.       Desain Kontrol Secara Umum Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen, kesalahan-kesalahan, kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya. Perngendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apabila suatu sistem dilengkapi dengan suatu pengendalian yang ada atau yang berguna untuk mencegah atau menjaga hal-hal yang negatif. Suatu sistem harus dapar menjaga dirinya-sendiri. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan lebih lanjut kedalam pengendalian secara umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control).

PENGENDALIAN SECARA UMUM
Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahhan data. Pengendalian secara umum terdiri dari
  1. Pengendalian organisasi,  pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemisahan tugas dan pemisahan tanggungjawab yang tegas. Dengan pemkisahan tugas dan tanggungjawab, maka kemungkinan kecurangan-kecurangan dan kesalahan diperkecil, karena adanya saling pengecekkan.
  2. Pengendalian dokumentasi penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut yaitu mempelajari cara mengoperasikan sistem, sebagai bahan training, dasar pengembangan sistem lebih lanjut, dasar bila akan memodifikasikan atau memperbaiki sistem dikemudian hari dana materi acuan bagi pemeriksa sistem. Dokumentasi yang ada diantaranya sebagai berkut dokumentasi prosedur, dokumentasi sistem, dokumentasi program, dokumentasi operasi, dana dokumentasi data
  3. pengendalian perangkar keras , merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu oleh pabrik pembuatan. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras.
  4. pengendalian keamanan fisik, pengendalian ini perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras, perangkat lunaka dan manusia di dalam perusahaan. Bila pengendalian keamanan fisik tidak dilakukan secara semestinya, maka dapat mengakibatkan menurunya operasi kegiatan, hilangnya atau menurunya pelayanan terhadap pelanggan dan hilangnya harta kekayaan milik perusahaan .
  5. Pengendalian keamanan data, menjaga integrasi dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap dat yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang, rusak atau tidak diakses oleh orang yang tidak berhak, beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini, diantaranya adalah sebagai berikut dipergunakan data log, proteksi file, pembatasan pengaksesan, dan data backup atau recovery.
  6. Pengendalian komunikasi, jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi untuk mentransmisikan datadari suatu tempat ke tempat lainnya, analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini. Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk menjaga keamanan dari data selama pengiriman data tersebut.
LAPORAN DESAIN SECARA UMUM
Setelah komponen-komponen sistem informasi di desain secara umum, maka laporan mengenai ini perlu dibuat dan diberikan kepada pemakai sistem dan manajemen. Pemakai sistem dan manajemen dapat memberikan pendapat-pendapat dan usulan-usulan perbaikan dari desain ini. Melalu laporan desain secara umum ini, analis sistem mengkonfirmasikan kepada pemakai sistem dan manajemen apakah benar sistem informasi seperti ini yang mereka butuhkan. Bila desain secara umum ini telah benar, selanjutnya desain secara rinci tinggal mengacu pada desain secara umum

Referensi Sumber :

2.      DESAIN SECARA TERINCI


Masukan merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dariinformasi adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan olehorganisasi.
Data hasil dari transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar dengan baik sehinggakemungkinan kesalahan input relative kecil.

a.Dokumen dasar.

Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap data.Data yang telah ditangkap dimasukkan kekomputer sebagai input Sistem informasi.

Dokumen dasar dapat membantu dalam penanganan arus data sebagai berikut:

1.Dapat menunjukkan macam data yang dikumpulkan dan ditangkap.
2.Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.
3.Dapat mendorong lengkapnya data.
4.Bertindak sebagai pendistribusian data.
5.Dokumen dasar dapat membantu didalam pembutktian terjadinya suatu transaksiyang sah.
6.Dokuemen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung dari file-filecomputer.

Adapun untuk keperluan tersbut maka dokuemn dasar harus dirancang dengan baik dengan memperhatikan hal-hal sebagi berikut:
·         Kertas yang digunakan
·         Ukuran Dokumen dasar
·         Warna yang digunakan
·         Judul Dokumen dasar
·         Nomer dokuemen dasar
·         Nomor urut dokuemn dasar.
·         Nomer dan jumlah halaman
·         spasi yang baik.
·         Pembagian area yang baik.
·         Caption.
·         Instruksi dokumen dasar
·         Jendela di amplop
·         Jumlah tembusan

b.Cara Mengurangi Jumlah Masukan.

Ada beberapa cara untuk melakukan pengurangan jumlah input tanpamengurangi kelengkapannya, antara lain :

·         Menggunakan kode Mudah diingat, unik, fleksible, efisien, konsisten, distandarisasi, hindari karakter yang mirip, panjang kode harus sama.
·         Data yang relatif konstan disimpan dalam File Induk Acuan
·         Jam dan Tanggal diambilkan dari system
·         Rutin perhitungan dilakukan oleh system

A. DESAIN OUTPUT TERINCI


Desain output terinci dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut.Bentuk output-output terinci:a.Bentuk Laporan.Laporan dari suatu system informasi dapat berbentuk tabel dan berbentuk grafik.

1. Laporan Berbentuk Tabel.
Laporan berbentuk tabel dengan jenis-jenis sebagai berikut:

·         Notice Report : Bentuk laporan yang memerlukan laporan khususdandibuat sederhana tetapi jelas.
·         Equipoised Report: Laporan hal-hal yang bertentang sebagai pembanding
·         Variance Report : Laporan yang menunjukkan sesislih antara standar yang sudah ditetapkan dengan hsil kenyataannya.
·         Comparative Report: Laporan yang membandingkan antara satu haldengan hal lainnya.

Beberapa kebaikan dari bagan garis :
1.Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik
2.Dapat menunjukkan beberapa titik
3.Tingkat ketepatannya dapat diatur sesuai dengan skala
4.Mudah dimengerti

Beberapa kelemahan dari bagan garis
1.Bila terlalu banyak garis/kurva, maka akan tampak ruwet
2.Hanya terbatas pada 2 dimensi
3.Spasi dapat menyesatkan

 2. Laporan berbentuk Grafik.
Laporan berebentuk grafik dapat diklasifikasikan sbb :
Bagan Garis( line chart), Bagan Batang ( Bar chart) dan Bagan Pastel ( pie chart). Nilai-nilai data dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang-batang vertikal ataupun batang-batang horisontal.

Beberapa kebaikan dari bagan batang
a)Baik untuk perbandingan
 b)Dapat menunjukkan nilai dengan tepat
c)Mudah dimengertiBeberapa kelemahan dari bagan batang :
a)Terbatas hanya pada satu titik saja
 b)Spasi dapat menyesatkan

Bagan pastel (pie chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaranmenyerupai kue pastel. Tiap-tiap potong dari pie dapat menunjukkan bagiandari data

Beberapa kebaikan dari bagan pastel :
1.Baik untuk perbandingan sebagian dengan keseluruhannya.
2.Mudah dimengerti.Beberapa Kelemahannya dari bagan pastel :
1.Penggunaannya terbatas.
2.Ketepatannya kurang.
3.Tidak dapat menunjukkan hubungan beberapa titik.

Pedoman Desain Laporan.

Pedoman yang penting dalam pembuatan laporan diantaranya adalah:
·         Untuk Laporan formal, terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu: JudulLaporan, Tubuh Laporan dan catatan kaki laporan yang berisi ringkasan,subtotal, dan grand total.
·         Kualitas kertas disesuaikan dengan keperluan.
·         Margin pencetakan

Alat-alat Output terinci

.Alat-alat yang digunakan dalam desain output: Printer layout form dan Kamusdata output.Tinjauan Alat Input

1.alat input langsung : alat input yang langsung dihubungkan dengan CPUContoh : keyboard, mouse, bar code reader, scanner, dll

2.alat input tidak langsung :alat input yang tidak langsung dihubungkan ke CPUContoh : KTC (key to card), KTT (key to tape) dan KTD ( key to disk ).

Mengatur Tata Letak Isi Output

Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahandari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak outputmerupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakaisistem maupun bagi programmer.
Pengaturan tata letak isi output yang akandicetak diprinter dapat digunakan alat bagan tata letak printer dan kamus data output.

 Berikut ini merupakan penjelasan cara penggambaran di bagan tata letak  printer :

a)Bentuk dari literal dapat ditulis apa adanya.
b)Nilai suatu data yang berasal dari suatu field atau variabel ditunjukkan oleh bentuk edit-mask.
c)Nomor yang ditulis diantara tanda kurung buka dan kurung tutup dekat denganedit-mask.
d)Panah ke bawah menunjukkan cara penggambaran spasi di bagian tata letak  printer.

e.Penjelasan Data di Kamus Data Output

Desain output terinci ini selain dimaksudkan untuk user, juga terutama akandigunakan oleh programmer di dalam membuat program. Programmer perlu diberi penjelasan yang lebih terinci lagi tentang isi dari output tersebut. Penjelasan dataterinci ini dapat diperoleh di kamus data output.



B. DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL

Desain dialog layer terminal merupakan rancang bangun dari percakapan antar  pemakai system dengan computer, percakapan ini bisa berupa proses memasukkankesistem, menampilkan output informasi kepada user datau keduanya.

a.Pedoman Desain Dialog.Pedoman mendesain dialog layar meliputi:
·         Sistem harus menyediakan instruksi-instruksi untuk user.
·         Layar harus dibentu sedemikain rupa sehinggan informasi, instruksi dan bantuan selalu ditampilkan pada area yang pasti.
·         Pembatasan ide dalam satu dialog
·         Paging dan Scrolling
·         Berita dan instruksi harus dapat ditampilkan cukup lama.
·         Hindari pengunaan singkatan.
·         Gunakan kata yang konsisten.

b.Strategi Dialog. Strategi yang bisa digunakan adalah:
·         Strategi Menu
·         Kumpulan intruksi
·         Dialog pertanyaanc.Untuk menggambar dialog layar terminal lengkapi dengan Bagan Dialog.Bagan

c. Dialog terdiri dari 2 simbol :
·         simbol kotak yang menunjukkan apa yangakan ditampilkan selama dialog dan
·         simbol panah yang menunjukkan urutan kapansuatu layar dialog ditampilkan



C. DESAIN DATABASE TERINCI

Yaitu desain keperluan database secara rinci yang meliput penggunaan file-filedalam suatu sitem informasi.
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungansatu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

Database merupakan salah satu komponenyang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakaninformasi bagi para pemakai. Penerapan database dalam sistem informasi disebutdengan database sistem.

Sistem basis data (database system) adalah suatu sisteminformasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satudengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi.
Dengan sistem basis data ini tiap-tiaporang atau bagian dapat memandang database dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Bagian kredit dapat memandangnya sebagai data piutang,
bagian penjualan dapat memandangnya sebagai data penjualan, bagian personalia dapat memandangnyasebagai data karyawan, bagian gudang dapat memandangnya sebagai data persediaan.Semuanya terintegrasi dalam sebuah data yang umum. Berbeda dengan sistem pengolahan data tradisional, sumber data ditangani sendiri-sendiri untuk tiapaplikasinya.

Adapaun untuk desain database ini bisa menggunakan teknik : Normalisasimaupun Diagram Entity Relatinship (DER) dan dilengkapi dengan Penjelasan Data didalam Kamus Data File. Normalisasi


D. DESAIN TEKNOLOGI TERINCI

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpandan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

Tujuan :
1.menerima input,
2.menjalankan model,
3.menyimpan dan mengakses data,
4.mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secarakeseluruhan.

Teknologi terdiri dari 2 bagian utama, yaitu
·         Teknologi Perangkat KerasTeknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat output dan simpanan luar.
·         Teknologi Perangkat Lunak Perangkat keras komputer tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa adanya perangkat lunak. Teknologi yang canggih dari perangkat keras akan berfungsi bilainstruksi-instruksi tertentu telah diberikan kepadanya. Instruksi-instruksi tersebutdisebut dengan perangkat lunak ( software).


E. DESAIN MODEL DAN KONTROL SECARA RINCI

Desain model terinci mendefinikan secara rinci urut-urutan langkah-langkahdari masing-masing proses yangg digambarkan dalam DAD, yang meliputi:

a.Desain Program Komputer Secara Modular

Penekana utama dari desain program computer untuk system yangterstruktur adalah desain dari program secara moduler (modular). Desain secaramoduler dilakukan dengan cara memecag-mecah suatu masalah yang rumit yangakan diprogramkan ke dalam beberapa elemen-elemen yang nantinya akandiintegrasikan kembali menjadi satu kesatuan untuk memenuhi kebutuhan system.Tiap-tiap elemen inilah yang disebut dengan modul. Modul dari program dapat berupa suatu subroutine atau subprogram atau dapat juga berupa suatu programutama (main program). Witten, Bentley, dan Ho memaknai modul lebih lanjutsebagai suatu grup dari instruksi-instruksi yang dapat dieksekusi yang mempunyaisebuah titik masuk dan sebuah titik keluar.
Dengan demikian suatu modul dapatdidefinisikan sebagai berikut:
·         Dapat berupa suatu subroutine, subprogram atau program utama.
·         Dapat berupa suatu bagian dari subroutine, subprogram atau program utama
·         Mempunyai suatu titik masuk awal dari modul ini akan dieksekusi dan titik keluar setelah modul ini selesai dieksekusi.Sebuah modul harus berisi dengan jumlah instruksi yang terbatas, tidak terlalu panjang, sehingga mudah dibuat, mudah digunakan, mudah dikoreksi bilaterjadi kesalahan dan mudah dimodifikasi kelak di kemdian hari.

 b.Alat-alat Desain Program Komputer

 Beberapa alat dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mendesain programkomputer. Alat-alat bantu tersebut adalah :
·         Bagan terstruktur (structured chart)Bagan terstruktur merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambarkan jenjang dan hubungan dari modu-modul program.
·         Structured English dan pseudocdeo, Structured English dan pseudocode merupakan alat untuk menggambarkan langkah-langkah instruksi suatu modul.
·         Table keputusan (decision table)Table keputusan merupakan alat untuk membantu memecahkan logika program yang rumit yang terdiri dari banyak keputusan.
·         Bagan IPO (input-proses-output chart)Bagan IPO merupakan alat untuk mengganbarkan hubungan antarainput, proses dan output dari suatu modul program.
·         Bagan alir program (program flowchart)Beberapa alat lainnya yang dapat digunakan untuk mendesain program computer adalah SDAT, W/O chart, dan Jackson’s chart

Referensi  sumber :


1.3 Desain Sistem Secara Terstruktur dan PBO ( Perancangan Berorientasi Objek )

1.      PENDEKATAN SECARA TERSTRUKTUR
 
Definisi :
Pendekatan secara terstruktur adalah mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah. Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah
Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan terstruktur;
1)      dilakukan secara iterasi
dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik.

2)      merancang berdasar modul
modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent.

3)      bekerja dengan pendekatan top-down
dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci).

4)      dilakukan secara iterasi
dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik.

5)      kegiatan dilakukan secara paralel
pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan system.

Pendekatan pengembangan sistem secara terstruktur lebih sulit digunakan dalam pembangunan sistem karena beberapa tools yang digunakan tidak cukup untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi. Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system. Salah satu alasannya karena tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem. Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).

Beberapa tools yang digunakan pada pendekatan pengembangan sistem secara terstruktur seperti:
* DFD (Data Flow Diagram )
* Kamus Data
* Entity Relationship Diagram (ERD)
* State Transition Diagram (STD)
* Structured Chart
* Diagram SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
* Diagram Warnier/Orr
* Diagram Jakson’s


2.      PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK

Definisi :
Pendekatan secara object oriented Pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya, Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Pendekatan Objek memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu:
1. Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.
2. Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.
3. Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.
4. Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
5. Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.
6. Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya.
7. Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.
Tools yang digunakan pada pendekatan sistem berorientasi objek seperti :
* Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
* Fusion (Coleman 1994)
* STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
* Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
* Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
* Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
* Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
* Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
* Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
* Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)
Perbedaan Pendekatan Berorientasi Objek dengan Pendekatan Terstruktur ;
Perbedaan yang paling dasar dari pendekatan terstruktur dan pendekatan OO(Object Oriented ) atau berorientasi objek adalah pada metode berorientasi fungsi atau aliran data (Data Flow Diagram (DFD) (pendekatan terstruktur), dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dan konteks sampai proses-proses yang paling kecil, sementara pada metode berorientasi objek  dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam

Referensi Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOAL TUGAS 6

SOAL TUGAS 6 BAB : 6 Nama : Gupron Program : MI_Sore_S1 STMIK ( Web Information Technology )  1.       Sebutkan perbed...