BAB V
DESAIN SISTEM
1.1 Konsep
Desain sistem
Desain
Sistem
desain sistem dapat didefinisikan sebagai: “Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.”
Tujuan desain sistem
Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu:
desain sistem dapat didefinisikan sebagai: “Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.”
Tujuan desain sistem
Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu:
- Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
- Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuannya lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.
Pengertian
Desain Sistem Menurut Para Ahli adalah :
Menurut John Burch dan Garry Grudnitski dalam buku Analisa dan Desain, Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur adalah : "Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.”
Dari definisi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa desain sistem adalah tahapan berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan dengan menyatukan beberapa elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh untuk memperjelas bentuk sebuah sistem.
Menurut Yavri D. Mahyuzir dalam bukunya Pengolahan Data menyebutkan beberapa langkah yang perlu dilakukan pada proses desain sistem adalah :
- Menganalisa masalah dari pemakai (user), sasarannya adalah mendapatkan pengertian yang mendalam tentang kebutuhan-kebutuhan pemakai.
- Studi kelayakan, membandingkan alternatif-alternatif pemecahan masalah untuk menentukan jalan keluar yang paling tepat.
- Rancang sistem, membuat usulan pemecahan masalah secara logika.
- Detail desain, melakukan desain sistem pemecahan masalah secara terperinci.
- Penerapannya yaitu memindahkan logika program yang telah dibuat dalam bahasa yang dipilih, menguji program, menguji data dan outputnya.
- Pemeliharaan dan evaluasi terhadap sistem yang telah diterapkan.
Langkah-langkah
dalam Desain Sistem
- Tahap Perencanaan
- Mendefinisikan Masalah ,Sistem yang berjalan dan Sistem yang diusulkan
- Menentukan tujuan sistem
- Mengidentifikasikan kendala sistem
- Membuat studi kelayakan (TELOS)
- Keputusan ditolak/diterima
Tahap
Analisis
- Membuat struktur organisasi
- Mendefinisikan kebutuhan informasi
- Mendefinisikan kriteria kinerja system
Tahap Design
- Menyiapkan rancangan
- Membuat Context Diagram
- Membuat DFD
- Membuat IOFC
- Membuat ERD
- Merancang Kamus Data
- Membuat FlowChart
- Merancang File (master, input, proses, temporary)
- Merancang Dialog Input
- Merancang Dialog Output
- Menyiapkan konfigurasi system
Tahap
Penerapan
- Menyiapkan hardware dan software.
- Implementasi Pemrograman
- Testing
- Cutover
Tahap
Penggunaan
- Audit Sistem
- Memelihara Sistem
Personil Yang Terlibat.
Pekerjaan desain system dilakukan oleh analis system dan personil-personil teknik lainnya: seperti Sepesialis pengendalian, personil penjamin kualitas, spesialis komunikasi data.
Tekanan-Tekanan Desain.
Tekanan desain adalah tekanan-tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu system informasi supaya mengena sasarannya.
Adapun tekanan-tekanan tersebut adalah :
a. Integrasi.
Sistem informasi harus didesain terpadu diantar unit-unit didalam organisasi. Untuk hubungan antara unit-unit organisasi dapat dihubungkan dengan berkomuninasi yang baik baik secara system maupun secara data.
Pekerjaan desain system dilakukan oleh analis system dan personil-personil teknik lainnya: seperti Sepesialis pengendalian, personil penjamin kualitas, spesialis komunikasi data.
Tekanan-Tekanan Desain.
Tekanan desain adalah tekanan-tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu system informasi supaya mengena sasarannya.
Adapun tekanan-tekanan tersebut adalah :
a. Integrasi.
Sistem informasi harus didesain terpadu diantar unit-unit didalam organisasi. Untuk hubungan antara unit-unit organisasi dapat dihubungkan dengan berkomuninasi yang baik baik secara system maupun secara data.
b. Jalur Pemakai.
Sistem yang didesain harus memperhatikan personil pemakai system, dimana pemakai mengharapkan dapat dengan enak dilayani segala kebutuhannya oleh system makanya diharpkan system harus fleksibel, konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user.
Berikut ini beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memenuhi user interface.
- Query : Pemakai system dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya.
- Desain Layar : Desainlayar harus jelas dan tidak membingungkan.
- Umpan Balik : Waktu respon untuk mendapatkan umpan balik yaitu waktu saat user memasukan data dengan respon yang diberikanoleh system.
- Bantuan : Disediakan bantuan-bantuan jika user mengalami kesulitan mengopersikan system.
- Pencegahan Kesalahan : Sebisa mungkin kesalahan pemakaian system dihindari dengan : Pencecahan kesalahan, pendeteksian kesalahan, pembetulan kesalahan.
- Desain Workstation : tata letak jaringan mengikuti kaidah ergonomics.
c. Tekanan Persaingan.
Persaingangan diera sekarang ini sangatlah tajam, maka organisasi yang ingin bertahan harus memikirak infoarmasi, maka waktu desain system informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan.
Persaingangan diera sekarang ini sangatlah tajam, maka organisasi yang ingin bertahan harus memikirak infoarmasi, maka waktu desain system informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan.
d. Kualitas dan Kegunaan Informasi.
Informasi yang dihasilkan harus berkualitas yaitu : tepat waktu (ceapat), tepat nilai (akurat) dan relevan.
e. Kebutuhan-Kebutuhan Sistem.
Kebutuhan system yang harus ada: Keandalan, ketersediaan, keluwesan, skedul intaslasi, umur yang diharpakan dan poetensi pertumbuhan dan kemudahan dipelihara.
f. Kebutuhan-Kebutuhan Pengolahan Data.
Kebutuhan pengolahan data yang berhubungan dengan system informasi sbb: Volume Data, Hambatan waktu pengolahan, Permintaan perhitungan.
g. Faktor-faktor Organisasi.
Terdpat lima factor organisasi yang harus dipertimbangkan dlam desain system, yaitu : Sifat organisasi , Tipe Organisasi, Ukuran organisasi, Struktur organisasi, Gaya kepemimpinan.
h. Kebutuhan-Kebutuhan Biaya Efektivitas
Mempertimbangkan antar biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh
.
i. Faktor-Faktor Manusia
Analis system harus bisa mendesain system yang bisa diterima oleh semua pemakai.
i. Faktor-Faktor Manusia
Analis system harus bisa mendesain system yang bisa diterima oleh semua pemakai.
j. Kebutuhan-Kebutuhan Kelayakan.
Lima macam kelayakan yang harus diperhitungkan :
- Kelayakan teknik,
- Kelayakan ekonomi,
- Kelayakan hukum,
- Kelayakan operasi,
- Kelayakan scedul.
Referensi Sumber :
http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-dan-langkah-langkah-desain- sistem.html#sthash.VNxRYAtG.dpuf
http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-dan-langkah-langkah-desain- sistem.html#sthash.VNxRYAtG.dpuf
1.2 Desain
Sistem Secara Umum dan Terinci
Arsitek melakukan analisis, karena arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sipil yang akan membangun rumah. Desain terminal yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah.
TEKNIK DESAIN SISTEM SECARA UMUM
Arsitek dapat menggunakan beberapa teknik desain akan membuat desain dalam membuat sketsa. Untuk bangunan gedung yang sederhana, mungkin arsitek cukup menggunakan kertas gambar (umumnya di kertas kalkir). Untuk bangunan gedung yang kompleks dan besar, arsitek mungkin juga dapat menggunakan teknik prototipe untuk mendesain bentuk gedung yang diinginkan.
Semua teknik-teknik yang digunakan di tahap analisis, sistem dapat juga digunakan pada tahap ini, seperti misalnya flowchart dan formulir-formulir. Disamping itu terdapat beberapa teknik lain dapat diterapkan pada tahap desain ini, yaitu teknik sketsa di kertas kosong dan prototyping (pembuatan prototipe).
Prototyping merupakan pendekatan-pendekatan dilhami dari desain teknik (seperti pembuatan prototipe bangunan oleh arsitek). Penekanan dari teknik ini adalah pada pembuatan suatu model kerja dan sistem final secara mungkin. Model ini yang disebut dengan prototipe. Sistem prototipe ini kemudian dapat diperiksa oleh user untuk menentukan apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum. Jika belum sesuai dengan yang diinginkan, maka prototipe dapat direvisi sampaia sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
Prototyping belum banyak digunakanpada masa lau, karena beberapa lalu banyak pemograman komputer yang dilakukan dengan menggunakan bahasa pemograman semacam COBOL, FORTRAN, PL/1, dan BASIC. Bahasa-bahasa pemograman ini tidak mendukung pembuatan prototipe. Pembuatan kode program dan debugging dengan bahasa-bahasa pemograman ini untuk membuat suatu prototipe terlalu lama dan sulit. Contoh-contoh bahasa pemogrman diantaranya ialah FOCUS, RAMIS, BASE IV, FoxBase, USER-11. dengan bahasa-bahasa ini akan mudah untuk membuat program penghasil laporan-laporan dan pemasuk input. Setelah prototipe sektor dibuat dan disetujui, anaklis sistem dapat menentukan keputusannya, yaitu prototipe diteruskan lagi dengan bahasa pemograman yang telah digunakan atau prototipe diubah dengan bahasa pemogaraman lainnya.
DESAIN KOMPONEN SISTEM SECARA UMUM
Pada tahap ini desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemograman. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi, dan kontrol.
a. Desain Model Secara Umum Analisis sistem dapat lain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical system dan logical model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical syste.
Sketsa dari physical system dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. Metode dan prosedur yaitu bagian dari metode sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiaatan untuk menghasilkan output dari input yang ada.
Sistem informasi dapat mempunyai metode-metode pengolahan data sebagai berikut :
- Metode pengolahan data terpusat (centralized data processing method) lawan metode pengolahan data tersebar (distributed data processing method). Metode pengolahan data terpusat merupakan metode pengolahan data yang memusatkan pengolahannya pada suatu tempat tanggal tertentu. Dengan adanya pengolahan data secara tersebar memungkinkan tiap-tiap departemen untuk memasukkan data sendiri, mengolahnya sendiri bahkan menghasilkan output sendiri.
- Metode pengolahan kumpulan (batch processing method) lawan metode langsung (online processing method). Metode pengolahan kumpulan merupakan metode pengolahan data yang banyak digunakan dan umum pada beberapa tahun yang lalu. Metode pengolahan langsung mempunyai karakteristik tertentu yaitu transaksi yang terjadi secara segera dan langsung digunakan untuk memutakhiran file induk.
Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative), tabel atau grafik. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini :
- Menentukan kebutuhan output dari sistem baru
- 2. Menentukan parameter dari output
Langkah-langkah desain input secara umum yaitu :
- Menentukan kebutuhan input dari sistem baru
- Menentukan parameter dari input
Database dibentuk dari kumpulan file. Tipe-tipe dari file yaitu :
- File induk
- File transaksi (transaction file)
- File laporan (report file)
- File sejarah (history file)
- File pelindung (backup file)
- File kerja (working file)
Teknologi perangkat keras komputer terdiri atas :
- alat masukan
- alat pemroses
- alat output
- simpanan luar
- Perangkat lunak operasi
- Perangkat lunak bahasa
- Perangkat lunak aplikasi
PENGENDALIAN SECARA UMUM
Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahhan data. Pengendalian secara umum terdiri dari
- Pengendalian organisasi, pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemisahan tugas dan pemisahan tanggungjawab yang tegas. Dengan pemkisahan tugas dan tanggungjawab, maka kemungkinan kecurangan-kecurangan dan kesalahan diperkecil, karena adanya saling pengecekkan.
- Pengendalian dokumentasi penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut yaitu mempelajari cara mengoperasikan sistem, sebagai bahan training, dasar pengembangan sistem lebih lanjut, dasar bila akan memodifikasikan atau memperbaiki sistem dikemudian hari dana materi acuan bagi pemeriksa sistem. Dokumentasi yang ada diantaranya sebagai berkut dokumentasi prosedur, dokumentasi sistem, dokumentasi program, dokumentasi operasi, dana dokumentasi data
- pengendalian perangkar keras , merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu oleh pabrik pembuatan. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras.
- pengendalian keamanan fisik, pengendalian ini perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras, perangkat lunaka dan manusia di dalam perusahaan. Bila pengendalian keamanan fisik tidak dilakukan secara semestinya, maka dapat mengakibatkan menurunya operasi kegiatan, hilangnya atau menurunya pelayanan terhadap pelanggan dan hilangnya harta kekayaan milik perusahaan .
- Pengendalian keamanan data, menjaga integrasi dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap dat yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang, rusak atau tidak diakses oleh orang yang tidak berhak, beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini, diantaranya adalah sebagai berikut dipergunakan data log, proteksi file, pembatasan pengaksesan, dan data backup atau recovery.
- Pengendalian komunikasi, jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi untuk mentransmisikan datadari suatu tempat ke tempat lainnya, analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini. Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk menjaga keamanan dari data selama pengiriman data tersebut.
Setelah komponen-komponen sistem informasi di desain secara umum, maka laporan mengenai ini perlu dibuat dan diberikan kepada pemakai sistem dan manajemen. Pemakai sistem dan manajemen dapat memberikan pendapat-pendapat dan usulan-usulan perbaikan dari desain ini. Melalu laporan desain secara umum ini, analis sistem mengkonfirmasikan kepada pemakai sistem dan manajemen apakah benar sistem informasi seperti ini yang mereka butuhkan. Bila desain secara umum ini telah benar, selanjutnya desain secara rinci tinggal mengacu pada desain secara umum
Referensi
Sumber :
Masukan merupakan
awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dariinformasi adalah data yang
terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan olehorganisasi.
Data hasil dari
transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.Desain input terinci dimulai
dari desain dokumen dasar dengan baik sehinggakemungkinan kesalahan input
relative kecil.
a.Dokumen dasar.
Dokumen dasar
merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap data.Data yang telah
ditangkap dimasukkan kekomputer sebagai input Sistem informasi.
Dokumen dasar dapat
membantu dalam penanganan arus data sebagai berikut:
1.Dapat menunjukkan
macam data yang dikumpulkan dan ditangkap.
2.Data dapat
dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.
3.Dapat mendorong
lengkapnya data.
4.Bertindak sebagai
pendistribusian data.
5.Dokumen dasar
dapat membantu didalam pembutktian terjadinya suatu transaksiyang sah.
6.Dokuemen dasar
dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung dari file-filecomputer.
Adapun untuk
keperluan tersbut maka dokuemn dasar harus dirancang dengan baik dengan
memperhatikan hal-hal sebagi berikut:
·
Kertas
yang digunakan
·
Ukuran
Dokumen dasar
·
Warna
yang digunakan
·
Judul
Dokumen dasar
·
Nomer
dokuemen dasar
·
Nomor
urut dokuemn dasar.
·
Nomer
dan jumlah halaman
·
spasi
yang baik.
·
Pembagian
area yang baik.
·
Caption.
·
Instruksi
dokumen dasar
·
Jendela
di amplop
·
Jumlah
tembusan
b.Cara Mengurangi
Jumlah Masukan.
Ada beberapa cara
untuk melakukan pengurangan jumlah input tanpamengurangi kelengkapannya, antara
lain :
·
Menggunakan
kode Mudah diingat, unik, fleksible, efisien, konsisten, distandarisasi,
hindari karakter yang mirip, panjang kode harus sama.
·
Data
yang relatif konstan disimpan dalam File Induk Acuan
·
Jam
dan Tanggal diambilkan dari system
·
Rutin
perhitungan dilakukan oleh system
Desain output
terinci dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa bentuk dari
output-output tersebut.Bentuk output-output terinci:a.Bentuk Laporan.Laporan
dari suatu system informasi dapat berbentuk tabel dan berbentuk grafik.
1. Laporan
Berbentuk Tabel.
Laporan berbentuk
tabel dengan jenis-jenis sebagai berikut:
·
Notice
Report : Bentuk laporan yang memerlukan laporan khususdandibuat sederhana
tetapi jelas.
·
Equipoised
Report: Laporan hal-hal yang bertentang sebagai pembanding
·
Variance
Report : Laporan yang menunjukkan sesislih antara standar yang sudah ditetapkan
dengan hsil kenyataannya.
·
Comparative
Report: Laporan yang membandingkan antara satu haldengan hal lainnya.
Beberapa
kebaikan dari bagan garis :
1.Dapat menunjukkan
hubungan antara nilai dengan baik
2.Dapat menunjukkan
beberapa titik
3.Tingkat
ketepatannya dapat diatur sesuai dengan skala
4.Mudah dimengerti
Beberapa
kelemahan dari bagan garis
1.Bila terlalu
banyak garis/kurva, maka akan tampak ruwet
2.Hanya terbatas
pada 2 dimensi
3.Spasi dapat
menyesatkan
2. Laporan berbentuk Grafik.
Laporan berebentuk
grafik dapat diklasifikasikan sbb :
Bagan Garis( line
chart), Bagan Batang ( Bar chart) dan Bagan Pastel ( pie chart). Nilai-nilai
data dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang-batang
vertikal ataupun batang-batang horisontal.
Beberapa
kebaikan dari bagan batang
a)Baik untuk
perbandingan
b)Dapat menunjukkan nilai dengan tepat
c)Mudah
dimengertiBeberapa kelemahan dari bagan batang :
a)Terbatas hanya
pada satu titik saja
b)Spasi dapat menyesatkan
Bagan pastel (pie
chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaranmenyerupai kue pastel. Tiap-tiap
potong dari pie dapat menunjukkan bagiandari data
Beberapa
kebaikan dari bagan pastel :
1.Baik untuk
perbandingan sebagian dengan keseluruhannya.
2.Mudah
dimengerti.Beberapa Kelemahannya dari bagan pastel :
1.Penggunaannya
terbatas.
2.Ketepatannya
kurang.
3.Tidak dapat
menunjukkan hubungan beberapa titik.
Pedoman
Desain Laporan.
Pedoman yang
penting dalam pembuatan laporan diantaranya adalah:
·
Untuk
Laporan formal, terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu: JudulLaporan, Tubuh
Laporan dan catatan kaki laporan yang berisi ringkasan,subtotal, dan grand
total.
·
Kualitas
kertas disesuaikan dengan keperluan.
·
Margin
pencetakan
Alat-alat
Output terinci
.Alat-alat yang
digunakan dalam desain output: Printer layout form dan Kamusdata
output.Tinjauan Alat Input
1.alat input
langsung : alat input yang langsung dihubungkan dengan CPUContoh : keyboard,
mouse, bar code reader, scanner, dll
2.alat input tidak
langsung :alat input yang tidak langsung dihubungkan ke CPUContoh : KTC (key to
card), KTT (key to tape) dan KTD ( key to disk ).
Mengatur
Tata Letak Isi Output
Pengaturan isi dari
output akan secara langsung menentukan kemudahandari output untuk dipahami dan
dimengerti. Pengaturan tata letak outputmerupakan pekerjaan desain yang penting
dan sangat diperlukan baik bagi pemakaisistem maupun bagi programmer.
Pengaturan tata
letak isi output yang akandicetak diprinter dapat digunakan alat bagan tata
letak printer dan kamus data output.
Berikut ini merupakan penjelasan cara
penggambaran di bagan tata letak printer
:
a)Bentuk dari
literal dapat ditulis apa adanya.
b)Nilai suatu data
yang berasal dari suatu field atau variabel ditunjukkan oleh bentuk edit-mask.
c)Nomor yang
ditulis diantara tanda kurung buka dan kurung tutup dekat denganedit-mask.
d)Panah ke bawah
menunjukkan cara penggambaran spasi di bagian tata letak printer.
e.Penjelasan
Data di Kamus Data Output
Desain output
terinci ini selain dimaksudkan untuk user, juga terutama akandigunakan oleh
programmer di dalam membuat program. Programmer perlu diberi penjelasan yang
lebih terinci lagi tentang isi dari output tersebut. Penjelasan dataterinci ini
dapat diperoleh di kamus data output.
B. DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL
Desain dialog layer
terminal merupakan rancang bangun dari percakapan antar pemakai system dengan computer, percakapan
ini bisa berupa proses memasukkankesistem, menampilkan output informasi kepada
user datau keduanya.
a.Pedoman Desain
Dialog.Pedoman mendesain dialog layar meliputi:
·
Sistem
harus menyediakan instruksi-instruksi untuk user.
·
Layar
harus dibentu sedemikain rupa sehinggan informasi, instruksi dan bantuan selalu
ditampilkan pada area yang pasti.
·
Pembatasan
ide dalam satu dialog
·
Paging
dan Scrolling
·
Berita
dan instruksi harus dapat ditampilkan cukup lama.
·
Hindari
pengunaan singkatan.
·
Gunakan
kata yang konsisten.
b.Strategi Dialog.
Strategi yang bisa digunakan adalah:
·
Strategi
Menu
·
Kumpulan
intruksi
·
Dialog
pertanyaanc.Untuk menggambar dialog layar terminal lengkapi dengan Bagan
Dialog.Bagan
c. Dialog terdiri
dari 2 simbol :
·
simbol
kotak yang menunjukkan apa yangakan ditampilkan selama dialog dan
·
simbol
panah yang menunjukkan urutan kapansuatu layar dialog ditampilkan
C. DESAIN DATABASE TERINCI
Yaitu desain
keperluan database secara rinci yang meliput penggunaan file-filedalam suatu
sitem informasi.
Basis data
(database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungansatu dengan yang
lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.
Database merupakan
salah satu komponenyang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis
dalam menyediakaninformasi bagi para pemakai. Penerapan database dalam sistem
informasi disebutdengan database sistem.
Sistem basis data
(database system) adalah suatu sisteminformasi yang mengintegrasikan kumpulan
dari data yang saling berhubungan satudengan yang lainnya dan membuatnya
tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi.
Dengan sistem basis
data ini tiap-tiaporang atau bagian dapat memandang database dari beberapa
sudut pandang yang berbeda. Bagian kredit dapat memandangnya sebagai data
piutang,
bagian penjualan
dapat memandangnya sebagai data penjualan, bagian personalia dapat
memandangnyasebagai data karyawan, bagian gudang dapat memandangnya sebagai
data persediaan.Semuanya terintegrasi dalam sebuah data yang umum. Berbeda
dengan sistem pengolahan data tradisional, sumber data ditangani
sendiri-sendiri untuk tiapaplikasinya.
Adapaun untuk
desain database ini bisa menggunakan teknik : Normalisasimaupun Diagram Entity
Relatinship (DER) dan dilengkapi dengan Penjelasan Data didalam Kamus Data
File. Normalisasi
D. DESAIN TEKNOLOGI TERINCI
Teknologi digunakan
untuk menerima input, menjalankan model, menyimpandan mengakses data,
menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem
secara keseluruhan.
Tujuan :
1.menerima input,
2.menjalankan
model,
3.menyimpan dan
mengakses data,
4.mengirimkan
keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secarakeseluruhan.
Teknologi terdiri
dari 2 bagian utama, yaitu
·
Teknologi
Perangkat KerasTeknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari alat
masukan, alat pemroses, alat output dan simpanan luar.
·
Teknologi
Perangkat Lunak Perangkat keras komputer tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa
adanya perangkat lunak. Teknologi yang canggih dari perangkat keras akan
berfungsi bilainstruksi-instruksi tertentu telah diberikan kepadanya.
Instruksi-instruksi tersebutdisebut dengan perangkat lunak ( software).
E. DESAIN MODEL DAN KONTROL SECARA RINCI
Desain model
terinci mendefinikan secara rinci urut-urutan langkah-langkahdari masing-masing
proses yangg digambarkan dalam DAD, yang meliputi:
a.Desain Program
Komputer Secara Modular
Penekana utama dari
desain program computer untuk system yangterstruktur adalah desain dari program
secara moduler (modular). Desain secaramoduler dilakukan dengan cara
memecag-mecah suatu masalah yang rumit yangakan diprogramkan ke dalam beberapa
elemen-elemen yang nantinya akandiintegrasikan kembali menjadi satu kesatuan
untuk memenuhi kebutuhan system.Tiap-tiap elemen inilah yang disebut dengan
modul. Modul dari program dapat berupa suatu subroutine atau subprogram atau
dapat juga berupa suatu programutama (main program). Witten, Bentley, dan Ho
memaknai modul lebih lanjutsebagai suatu grup dari instruksi-instruksi yang
dapat dieksekusi yang mempunyaisebuah titik masuk dan sebuah titik keluar.
Dengan demikian
suatu modul dapatdidefinisikan sebagai berikut:
·
Dapat
berupa suatu subroutine, subprogram atau program utama.
·
Dapat
berupa suatu bagian dari subroutine, subprogram atau program utama
·
Mempunyai
suatu titik masuk awal dari modul ini akan dieksekusi dan titik keluar setelah
modul ini selesai dieksekusi.Sebuah modul harus berisi dengan jumlah instruksi
yang terbatas, tidak terlalu panjang, sehingga mudah dibuat, mudah digunakan,
mudah dikoreksi bilaterjadi kesalahan dan mudah dimodifikasi kelak di kemdian
hari.
b.Alat-alat Desain Program Komputer
Beberapa alat dapat digunakan sebagai alat
bantu dalam mendesain programkomputer. Alat-alat bantu tersebut adalah :
·
Bagan
terstruktur (structured chart)Bagan terstruktur merupakan alat yang dapat
digunakan untuk menggambarkan jenjang dan hubungan dari modu-modul program.
·
Structured
English dan pseudocdeo, Structured English dan pseudocode merupakan alat untuk
menggambarkan langkah-langkah instruksi suatu modul.
·
Table
keputusan (decision table)Table keputusan merupakan alat untuk membantu
memecahkan logika program yang rumit yang terdiri dari banyak keputusan.
·
Bagan
IPO (input-proses-output chart)Bagan IPO merupakan alat untuk mengganbarkan
hubungan antarainput, proses dan output dari suatu modul program.
·
Bagan
alir program (program flowchart)Beberapa alat lainnya yang dapat digunakan
untuk mendesain program computer adalah SDAT, W/O chart, dan Jackson’s chart
Referensi
sumber :
1.3 Desain Sistem Secara Terstruktur dan PBO (
Perancangan Berorientasi Objek )
Definisi :
Pendekatan secara
terstruktur adalah mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk
mengembangkan sistem yang terstruktur. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan
formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi
bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat
disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk
memecahkan masalah. Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir
pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat
waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah
Ciri-ciri utama yang
mendukung pendekatan terstruktur;
1) dilakukan
secara iterasi
dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih
baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan
bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik.
2) merancang
berdasar modul
modularisasi adalah proses yang membagi suatu
sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent.
3) bekerja dengan
pendekatan top-down
dimulai dari level atas (secara global) kemudian
diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci).
4) dilakukan
secara iterasi
dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih
baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan
bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik.
5) kegiatan
dilakukan secara paralel
pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan
secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan system.
Pendekatan pengembangan sistem secara
terstruktur lebih sulit digunakan dalam pembangunan sistem karena beberapa
tools yang digunakan tidak cukup untuk mengkomunikasikan dengan pengguna,
sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi. Dibandingkan
dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system. Salah
satu alasannya karena tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis,
sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga
akhir pembangunan sistem. Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level
organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih
tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
Beberapa tools yang digunakan pada pendekatan
pengembangan sistem secara terstruktur seperti:
* DFD (Data Flow Diagram )
* Kamus Data
* Entity Relationship Diagram (ERD)
* State Transition Diagram (STD)
* DFD (Data Flow Diagram )
* Kamus Data
* Entity Relationship Diagram (ERD)
* State Transition Diagram (STD)
* Structured Chart
* Diagram SADT (Structured Analysis and Design
Techniques)
* Diagram Warnier/Orr
* Diagram Jakson’s
Definisi :
Pendekatan secara object oriented Pemrograman
berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada
objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas
atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap
objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek
lainnya, Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas
yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti
lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih
mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan
pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Pendekatan Objek
memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu:
1. Abstraksi, yaitu
prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk
model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai
dengan permasalahan.
2. Enkapsulasi, yaitu pembungkusan
atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.
3. Pewarisan
(Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian
atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.
4. Reusability, yaitu pemanfaatan
kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada
permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
5. Generalisasi dan
Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum
dengan kelas dan objek yang khusus.
6. Komunikasi Antar
Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek
lainnya.
7. Polymorphism, yaitu
kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama
yang sama, sehingga menghemat baris program.
Tools yang digunakan
pada pendekatan sistem berorientasi objek seperti :
* Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
* Fusion (Coleman 1994)
* STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
* Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
* Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
* Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
* Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
* Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
* Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
* Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)
* Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
* Fusion (Coleman 1994)
* STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
* Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
* Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
* Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
* Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
* Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
* Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
* Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)
Perbedaan Pendekatan
Berorientasi Objek dengan Pendekatan Terstruktur ;
Perbedaan yang paling
dasar dari pendekatan terstruktur dan pendekatan OO(Object Oriented ) atau
berorientasi objek adalah pada metode berorientasi fungsi atau aliran data
(Data Flow Diagram (DFD) (pendekatan terstruktur), dekomposisi permasalahan
dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dan konteks
sampai proses-proses yang paling kecil, sementara pada metode berorientasi
objek dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada
dalam
Referensi Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar