BAB I
KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
1.1 KONSEP
DASAR SISTEM
1. Definisi
Sistem
Terdapat
beberapa definisi tentang sistem yaitu:
- Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. (Jogiyanto, 2009).
- Sistem adalah suatu kumpulan yang kompleks dan saling berinteraksi apabila mereka menjadi satu kesatuan (Bennet et al, 2010, p22).
- Menurut teori Jerry Fitz Gerald dalam sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan. Berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem, 15 Maret 2010)
- Stair dan Reynolds (2010, p8) berpendapat bahwa sistem adalah sekumpulan elemen atau komponen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan.
- Menurut Satzinger (2010, p.6), sistem adalah komponen yang saling berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu hasil.
- Menurut Sutarman (2012:13), “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.
- O’Brien dan Marakas (2008, p24) berpendapat bahwa sistem di definisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling terkait, dengan batas jelas, bekerja bersama untuk mencapai tujuan dengan menerima input dan menghasilkan output dalam proses transformasi terorganisir.
Berdasarkan
definisi di atas dapat di simpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen
kompleks dengan unsur tertentu yang dapat menerima input menjadi output
untuk mencapai tujuan yang di inginkan
.
2.
Karakteristik Sistem
Suatu sistem
mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu yaitu mempunyai
komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),
lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface),
masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan
sasaran (objectives) atau tujuan (goal). Jogiyanto (2008 : 3)
Karakteristik
sistem mempunyai beberapa komponen diantarannya yaitu :
1. Komponen
Sistem (Components)
Suatu sistem
terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling
bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau
elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari
sistem. Setiap sub-sub sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang
menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara
keseluruhan. Jogiyanto (2008 : 4)
2. Batas
Sistem (Boundary)
Batas sistem
(boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem
yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan
suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan
ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3.
Lingkungan Luar Sistem (Environments)
Lingkungan
luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari
sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan. Lingkungan luar yang
menguntungkan merupakan energi dari sistem dengan demikian harus dijaga dan
dipelihara, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan
dikendalikan kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.
4.
Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung (interface)
merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui
penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke
subsistem lainnya. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan
(input) pada sistem lainnya dengan penghubung satu subsistem dapat
berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk satu kesatuan. Jogiyanto (2008
: 5)
5. Masukan
Sistem (Input)
Masukan (input)
sistem adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa
masukan perawatan (maintenance input) dan masukan (signal input). Maintenance
input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat
beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan
keluarannya.
6. Keluaran
Sistem (Output)
Merupakan
hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem
yang lain atau kepada supra sistem.
7.
Pengolahan (Process)
Suatu sistem
dapat mempunyai suatu bagian pengolahan atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran (Objectives)
dan Tujuan (Goal)
Suatu sistem
pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektives). Kalau
suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak akan ada
gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem.
Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran aturan tertentu.
3.
Klasifikasi Sistem
Suatu sistem dapat diklasifikasikan
dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut ini.
Jogiyanto (2008 : 6)
a. Sistem
menurut bentuk fisiknya :
1. Sistem
Abstrak (abstract system)
Sistem
abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak
tampak secara fisik. Contoh : Sistem teologia adalah sebuah susunan
gagasan mengenai Tuhan, manusia dan alam. Jogiyanto (2008 : 7)
2.
Sistem Fisik (physical system)
Sistem fisik
merupakan sistem yang ada secara fisik. Contoh : Sistem peredaran darah, sistem
sekolah, sistem transportasi, sistem computer
.
.
b. Sistem
menurut terjadinya sistem :
1. Sistem
Alamiah (natural system)
Sistem
alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia.
Contohnya : pergantian siang dan malam, erosi dan bencana alam.
2. Sistem
Buatan Manusia (human made system)
Sistem
buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Contohnya : Sistem
Komputer dan sistem irigasi.
c. Sistem
menurut kejadian masa depan :
1. Sistem
Tertentu (deterministic system)
Sistem
tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat di
prediksi. Contoh : Hasil pertadingan sepak bola, dan prestasi.
2. Sistem
Tak Tentu (probabilistic system)
Sistem tak
tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena
mengandung unsur probabilitas. Contoh : Sistem kematian.
d. Sistem
menurut sifatnya
1. Sistem
Tertutup (closed system)
Sistem
tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan lingkungan luarnya, sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya
turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup
ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar – benar tertutup, yang
ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tetapi
tidak benar – benar tertutup). Contoh : Sistem adat masyarakat baduy.
2. Sistem
Terbuka (open system)
Sistem
terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan
luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan
luar atau subsistem lainnya. Contoh : Sistem musyawarah. Jogiyanto (2008 : 7)
1.2 KONSEP DASAR INFORMASI
1. Definisi informasi
Informasi
adalah hasil pengolahan data yang sudah dapat diterima oleh akal pikiran
penerima informasi yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Informasi dapat berupa hasil gabungan, hasil analisa, hasil penyimpulan, dan
juga hasil pengolahan sistem informasi komputerisasi.
Contoh
Informasi
- Telah terjadi kecelakaan mobil di Jalan Raya
Lintas Timur tadi malam pukul 23:00, korban jiwa sebanyak delapan orang, enam
orang diantaranya luka ringan dan dua lainnya luka berat.
-
Pertandingan sepakbola Liga Spanyol antara Club FC Barcelona dengan Real Madrid
pukul 02:00 dinihari tadi berakhir dengan skor 2 : 0 untuk kemenangan FC
Barcelona.
2. Siklus Informasi
Dasar Data -
Proses (model) – Output (Informasi) – Penerima – Keputusan Tindakan – Hasil
Tindakan - Data (Ditangkap) – Input Data – Proses (model)
3. Mutu Informasi
Kualitas
informasi rgantung dari 3 Hal :
·
Informasi harus akurat : Informasi harus terbatas dari
kesalahan – kesalahan, Tidak basi dan tidak menyesatkan Beberapa hal yang dapat
berpengaruh terhadap keakuratan sebuah sistem informasi yaitu
- Kelengkapan (completennes) Informasi;
- Kebenaran (correctness) Informasi;
- Keamanan (scurity) Informasi;
·
Informasi harus tepat waktu : Informasi yang dating kepada
penerimanya tidak boleh mengalami keterlambatan
·
Informasi harus relavan : Informasi memiliki manfaat bagi
penerimanya.
Nilai
Informasi di bedakan oleh 2 Hal yaitu :
·
Manfaat dari
informasi tersebut
·
Biaya untuk
mendapatkan informasi
1.3 KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
1. Definisi Sistem Informasi
- Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan
strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).
Sumber : http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html (internet)
Sumber : http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html (internet)
Menurut Pendapat Para Ahli :
Menurut
Laudon dan Laudon (2010, p46) sistem informasi merupakan komponen yang
saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan
dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan,
koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah
organisasi.
Menurut
Satzinger (2010, p6), sistem informasi merupakan kumpulan komponen yang saling
berhubungan, yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan
informasi sebagai hasil dari informasi.
Sedangkan O’Brien dan Marakas (2008, p4) menyatakan bahwa pengertian sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Selain itu,
Stair dan Reynolds (2010, p10) mendefinisikan sistem informasi sebagai
seperangkat elemen atau komponen yang saling terkait yang di kumpulkan (input),
manipulasi (process), menyimpan, dan menyebarkan (output) data
dan informasi dan memberikan reaksi korektif (feedback) untuk
memenuhi tujuan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi seperangkat komponen yang terdiri dari orang, hardware, software, jaringan telekomunikasi dan data yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam organisasi.
Aktifitas dasar dari Sistem Informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :
1.Input
Melibatkan
pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari
lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.
2. Process
Melibatkan
proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna.
3. Output
Mentransfer
proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada
aktivitas yang akan digunakan.
4. Feedback
Output yang
di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu
mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input.
2. Komponen Sistem Informasi
John Burch
dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari
komponen-komponen yang disebut dengan istilah building block yaitu
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data,
dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut membentuk
suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Jogiyanto 2008 : 12)
1. Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk kedalam
sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media
untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa
dokumen-dokumen dasar.
2. Blok Model
Blok model
ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan didasar data dengan
cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Jogiyanto 2008 : 13)
3. Blok Keluaran
Produk dari
sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua
pemakai sistem.
4. Blok Teknologi
Teknologi
merupakan “kotak alat” (toolbox) dari pekerjaan sistem informasi,
teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan
dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendaliaan dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian
utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat
lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
5. Blok Basis Data
Basis data (database)
merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat
lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis data untuk
keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu
diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan
berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi
kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan
menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base
Management Sistem).
6. Blok Kendali
Supaya
sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu
diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Beberapa pengendalian
perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan
dapat langsung cepat diatasi. Jogiyanto (2008 : 13)
3. Karakter Sistem Informasi
Karakter
sistem informasi adalah sebagai berikut:
- sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
- ruang lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang meupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
- tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
- lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.
4. Jenis
Sistem Informasi
Ada beberapa
jenis sistem informasi, yaitu
- Sistem Temu Kembali Informasi (Information Retrieval System – IRS). Sistem Temu Kembali Informasi merupakan sistem yang berfungsi untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Salah satu hal yang perlu diingat adalah bahwa informasi yang diproses terkandung dalam sebuah dokumen yang bersifat tekstual. Dalam konteks ini, temu kembali informasi berkaitan dengan representasi, penyimpanan, dan akses terhadap dokumen representasi dokumen. Dokumen yang ditemukan tidak dapat dipastikan apakah relevan dengan kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam query. Pengguna Sistem Temu Kembali informasi sangat bervariasi dengan kebutuhan informasi yang berbeda-beda.
- Sistem Manajemen Basis Data (Data Base Management System – DBMS). Sistem Manajemen Basis Data merupakan sistem yang didesain untuk memanipulasi dan mengurus basis data. Data yang tersimpan dalam basis data dinyatakan dalam bentuk unsur-unsur data yang spesifik dan tersimpan dalam tabel-tabel. Setiap satuan data, atau disebut record (cantuman) terdiri dari ruas-ruas (fields) yang berisi nilai yang menunjukkan karakteristik yang spesifik atau atribut yang mengidentifikasikan satuan data yang dimaksud. Proses yang berkaitan dengan manajemen basis data meliputi penyimpanan, temu kembali, updating atau deletion, proteksi dari kerusakan, dan kadang-kadang mencakup transmisi data. Output dapat mengandung record individual, sebagian record, tabel, atau bentuk susunan data yang lain dari basis data. Informasi yang ditemukan berisi cantuman-cantuman yang pasti sesuai dengan permintaan.
- Sistem Informasi Manajemen (Management Information System – MIS). Sistem Informasi Manajemen adalah sistem yang didesain untuk kebutuhan manajemen yaitu mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi. Oleh karena itu, jenis data dan fungsi-fungsi operasi disesuaikan dengan kebutuhan manajemen.
- Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System – DSS). Sistem Pendukung Keputusan menggambarkan operasi-operasi spesifik dalam satuan-satuan informasi yang homogen.
- Sistem Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent System – AI). Tabel berikut memberikan perbandingan antara Sistem Temu Kembali Informasi,
- Sistem Manajemen Basis Data dan Sistem Kecerdasan Buatan seperti yang dikemukakan oleh Frakes dan Baeza-Yates (1992).
Objek Data
|
Fungsi
|
Ukuran
Basis Data
|
|
IRS
|
Dokumen
|
Temu-kembali
(probabilistik)
|
Kecil –
besar
|
DBMS
|
Tabel
|
Temu-kembali
(deterministik)
|
Kecil –
besar
|
AI
|
Pernyataan
logika
|
Inferensia
|
Kecil
|
5.Peraan
Sistem Informasi Bagi Management
- Dapat Mendukung dalam Pengambilan Keputusan
- Dapat Mendukung Kegiantan Management
Yang Termasuk Kedalam Kegiatan Management :
1. Perencanaan Strategis
-
Merupakan kegiatan manajemen tingkatt atas (top manager).
-
Menurut Frederick H. Wu (Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen)
“Perencanaan
Strategis” adalah proses evaluasi lingkungan organisasi,penetapan tujuan
organisasi dan penentuan strategi-strategi.
a. Proses
evaluasi lingkungan luar organisasi
-
Lingkungan luar organisasi selalu berubah, pengaruh lingkungan luar dapat
berupa kesempatan pasar, teknologi, tekanan politik, social,persaingan, inflasi
dan lain sebagainya.
-
Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya organisasi dan perubahan ini
mungkin dapat mengakibatkan perubahan strategi yang sudah ditetapkan.
b.Penentuan
tujuan
-
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh
manajemen tingkat atas dalam proses perencanaan strategis yang bersifat jangka
panjang.
c.Penentuan
strategis
-
Manajemen tingkat atas menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan
organisasi dengan strategi mengerahkan semua kemampuan yang berupa sumberdaya
organisasi seperti material,modal, personil dan sumberdaya serta kesempatan
lingkungan luar organisasi dengan maksud mencapai tujuan organisasi.
2. Pengendalian Manajemen
Adalah
proses meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah
ditetapkan dengan efektif dan efisien. Pengendalian manajemen merupakan
tindakan taktik (tactical level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah
menjalankan taktik supaya perencanaan strategis dapat dilakukan dengan berhasil
(biasanya bersifat jangka pendek kurang lebih satu tahun).
3. Pengendalian Operasi
Adalah
proses meyakinkan bahwa setiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif
dan efisien.
BAB II
TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
2.1
DEFINISI PENGEMBANGAN SISTEM
A. Pengertian Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem (systems
development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang
telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini:
- Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama.
- Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
- Kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin.
- Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.
- Tidak efisiennya operasi.
- Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
- Pertumbuhan organisasi.
Sebuah
sistem informasi adalah untuk mengatur manusia dan komponen-komponen mesin, dan
prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk mendukung kebutuhan informasi
atau bisnis pada sebuah organisasi dan para pengguna sistem. Sistem tersebut
tidak seperti paket program perangkat lunak aplikasi tetapi harus terlebih
dahulu dikostumisasi
2.2 ALASAN
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
1. Adanya
permasalahan yg timbul pada sistem lama dapat berupa :
Ketidak
beresan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem tersebut tidaka dapat
beroperasi sesuai dengan yang diharapkan
Pertumbuhan
organisasi yang menyebabkan harus disusun sistem yang baru
2. Untuk
meraih kesempatan - kesempatan ( Opportunities )
3. Adanya
Intruksi - intruksi ( directives )
2.3 PRINSIP
- PRINSIP PNGEMBANGAN SISTEM
1. Sistem
yang dikembangkan adalah untuk management
2. Sistem
yang dikembangkan adalah Investasi modal yang besar
3. Sistem
yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan
kerja dan tugas tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
2.4 TAHAPAN
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
1.Pengertian Siklus Pengembangan
Sistem
Pengembangan sistem informasi yang
berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber
daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk
menyelesaikannya. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari
mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan,
dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih
timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi
dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem
untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama, yaitu tahap
perencanaan sistem. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu sistem (systems
life cycle). Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan
suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan
langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.
Siklus pengembangan sistem (system
development life cycle=SDLC) adalah prose formal yang harus dilakukan oleh
suatu organisasi yang akan membangun sistem informasi berbasis komputer, yang
tergantung beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk ukuran organisasi,
deskripsi tugasnya, relevansi pengalamannya, dan latar belakang pendidikan
dalam konsep-konsep proses informasi, peralatan, dan teknik.
2)
Keterlibatan Pengguna dalam Pengembangan Sistem
Berikut ini beberapa contoh
bagaimana keterlibatan pengguna di dalam pengembangan suatu sistem, yaitu:
- Pentingnya bagi pengguna untuk menjelaskan bagaimana sistem yang sedang berjalan pada bagian tempat pengguna bekerja.
- Menemukan dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan bagaimana hal itu dapat diperbaiki pada sistem yang baru.
- Kemungkinan perlu untuk memakai tenaga analis sistem dan desainer yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem untuk memenuhi kebutuhan bagian.
- Kemungkinan anda sebagai pengguna selalu dilibatkan di dalam hal persetujuan proyek dan anggaran sebagai anggota special steering committee.
- Pada saat pengembangan sistem akan selesai, pengguna akan dimintai bantuannya untuk mengevalusi dan uji coba, untuk memastikan bahwa sistem bekerja dengan sempurna.
- Anda sebagai pengguna turut membantu mempersiapkan sebagian dari dokumentasi yang dikumpulkan selama proses pengembangan sistem.
- Anda seharusnya menghadiri pengarahan singkat dan sesi pelatihan untuk belajar bagaimana sistem baru akan mempengaruhi pekerjaan anda dan operasi prosedur baru nantinya.
- Terakhir tetapi pasti, anda akan menggunakan sistem yang baru tersebut.
Ada enam tahapan dalam siklus
pengembangan sistem secara konseptual, yaitu:
- Analisis sistem. Menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
- Mendefinisikan kebutuhan sistem baru (perancangan sistem). Merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi.
- Mendesain sistem baru. Membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak.
- Mengembangkan sistem baru dan uji coba oleh pengguna
- Implementasi sistem baru. Beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
- Evaluasi sistem baru dan pemeliharaan sistem. Mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
Siklus tersebut berlangsung secara
berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem
informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan
kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.
3)
Tahapan Pengembangan sistem
Tahapan pengembangan sistem adalah
yaitu:
Tahap 1: Analisis sistem
berjalan,
Tahap 2: Mendefinisikan
kebutuhan sistem baru,
Tahap 3: Mendesain sistem
baru,
Tahap 4: Mengembangkan sistem
baru dan uji coba oleh pengguna,
Tahap 5: Implementasi sistem
baru,
Tahap 6: Evaluasi sistem baru,
dan
Tahap 7: Pemeliharaan sistem.
Secara teori inilah siklus hidup
pengembangan sistem. Namun pada praktiknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk
dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem
informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak
pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam
satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang
salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang.
Dari pihak pengguna,
idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem
informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Namun yang sering
terjadi pihak pengguna menyerahkan semuanya kepada pihak pengembang sehingga
pada saat implementasi (testing atau training) pihak pengguna
tidak menyetujui (menolak) sebagian atau seluruh rancangan dari sistem yang
telah selesai dibangun oleh pihak pengembang
2.5 METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
1.Metode
Ilmiah
Yaitu cara
menerapkan prinsip prinsip logis terhadap penemuan pengesahan dan penjelasan
kebenaran
Kriteria
Metode Ilmiah
a. Berdasarkan
Fakta
b. Bebas
dari kesalahan
c.
Menggunakan prinsip analisa
d.
Menggunakan hipotesa
e.
Menggunakan ukuran objektif
f.
Menggunakan teknik kuantifikasi
2.Metode
Penelitian
Para
peneliti dapat memilih berjenis jenis metode dalam melaksanakan penelitian nya
sebelum melakasanakan penelitian seorang peneliti perlu menjawab tiga buah
pokok pertanyaan sbb :
1. Urutan
kerja apakah yg dilakukan dalam penelitian?
2.Alat yg
digunakan dalam penelitian ?
3. Bagaiman
Pelaksanaan Penelitian tersebut?
3.Jenis- jenis Metode Penelitian :
3.Jenis- jenis Metode Penelitian :
a. Metode Sejarah
metode ini menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat di ulang-ulang kembali. Langkah langkah dalam penelitian sejarah :
1. Menedefinisikan maslah
2. Rumuskan tujuan penelitian
3. Rumuskan Hipotesa
4. Kumpulkan Data
5. Evaluasi Data
6. Interpretasi dan generalisasi
7. Laporan
b. Metode Deskriptif
adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia , Objek, .Kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Tujuan nya adalah untuk membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat
metode ini menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat di ulang-ulang kembali. Langkah langkah dalam penelitian sejarah :
1. Menedefinisikan maslah
2. Rumuskan tujuan penelitian
3. Rumuskan Hipotesa
4. Kumpulkan Data
5. Evaluasi Data
6. Interpretasi dan generalisasi
7. Laporan
b. Metode Deskriptif
adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia , Objek, .Kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Tujuan nya adalah untuk membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat
Langkah langkah dalam menggunakan metode ini :
1. Memilih dan merumuskan maslah
2. Menentukan tujuan dari penelitian
3. Memberikan limitasi dari area atau scope sejauh mana penelitian dilakukan,
4. Merumuskan kerangka teori atau konseptual yang digunakan.
5. Menelususri sumber-sumber kepustakaan
6. Merumuskan hipotesa - hipotesa yang akan diuji
7. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data,
8. Membuat tabulasi serta analisa statistik terhadap data yang telah dikumpulkan.
c, Metode Eksperimental
adalah metode penelitian yang sring digunakan dalam penelitian eksakta, tujuannya adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat serta beberapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.
2.6 PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
Terdapat
beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem :
- Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur ( dipandang dari metodologi yang digunakan). Pendekatan klasik adalah pendekatan didalam pengembangan sistem yang mengikuti di tahapan – tahapan di systems Lifecycle tanpa dibekali dengan teknik-teknik dan alat-alat yang memadai sedangkan pada pendekatan terstruktur dilengkapi denan alat-alat dan teknik-teknik supaya membuatnya berhasil.
- · Pendekatan Potong lawan pendekatan systems ( dipandang dari sasaran yang akan dicapai). Pendekatan sepotong merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tentu saja, sedangkan pada pendekatan sistem memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatua terintergrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.
- · Pendekatan bawah naik lawan pendekatan atas turun ( dipandag dari cara menentukan kebutuhan dari sistem) Pendekatan bawah naik dimulai dari bawah level organisasi yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan, pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan – kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan atas turun sebaliknya dimulai dari level atas organisasi yaitu level perencanaan strategi.
- · Pendeketan sistem menyeluruh lawan pendekatan moduler ( dipandang dari cara mengembangkannya ) pendekatan sistem menyeluruh merupakn pendekatan yang mengembangakan sistem serentak secara menyeluruh, sedangkan pendekatan moduler berusaha memecahkan sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan di kembangkan.
- · Pendekatan lompatan jauh lawan pendekatan berkembang ( dipandang dari teknologi yang akan digunakan) Pendekatan lompatan jauh menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Sedangkan pendekatan berkembang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu saja.
2.7 ALAT – ALAT
DAN TEKNIK DALAM PENGEMBANGAN SISTEM
Untuk dapat
melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi
pengembangan system yang terstruktur, maka dibutuhkan alat dan teknik untuk
melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa
suatu gambar atau diagram atau grafik. Selain berbentuk gambar, alat-alat yang
digunakan juga ada yang berupa gambar atau grafik (nongraphical tools), seperti
misalnya data dictionary, structured English, pseudocode serta
formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data.
1. Alat-Alat Pengembangan Sistem
Yang Berbentuk Grafik
Alat-alat
pengembangan system yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai
berikut ini :
- HIPO diagram
HIPO
(Hierarchy Plus Input-Process-Output), adalah alat dokumentasi program yang
berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam system digambarkan oleh
fungsi utamanya.
- Data Flow diagram
Digunakan
untuk menggambarkan suatu system yang telah ada atau system baru yang akan
dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data
tersebut menglir (misalnya lewat telpon, surat dan sebaginya) atau lingkungan
fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, mcrifile,
harddisk, tape, diskette dan lain sebagianya)
- Structured Chart
Digunakan
untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari system informasi
secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodule dengan menunjukan hubungan
elemen data dan elemen control anatara hubungan modulnya sehingga memberikan
penjelasan lengkap dari system dipandang dari elemen data, elemen control,
modul dan hubungan antar modulnya.
- SADT (Structure Analysis and Design Technique)
Structured
Analysis and Design Technique, memandang suatu system terdiri dari dua hal :
benda (obyek, dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh
orang, mesin atau prangkat lunak). Menggunakan dua tipe diagram yaitu, diagram
kegiatan(activity diagrams, disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams
disebut datagrams)
- Jackson’s diagram (JSD)
Jackson’s
System Develpoment (JSD) membangun suatu model dari dunia nyata (real
world) yang menyediakan subyek-subyek permaslahan dari system. Disamping
alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih
terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat
digunakan di semua metodologi yang ada.
Alat alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikan sebagai berikut :
Alat alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikan sebagai berikut :
1. Bagan
untuk menggambarkan aktivitas (activity charting)
a. Bagan
alir sistem(system flowchart)
b. Bagan
alir program (program flowchart) yang dapat berupa :
Bagan alir
logika program (program logic flowchart)
Bagan alir
program computer terinci (detailed computer program flowchart)
c. Bagan
alir kertas kerja (paperwork flowchart)
d. Bagan
alir proses (process flowchart)
e. Gantt
chart
2. Bagan
untuk menggambarkan tata letak (layout charting)
3. Bagan
untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting)
a. Bagan
distribusi kerja (working distribution chart)
b. Bagan
organisasi (organization chart)
2.Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem
Ada beberapa
penyebab kegagalan dalam pengembangan sistem diantaranya adalah sebagai berikut
:
a. Kurangnya
penyesuaian pengembangan sistem
b. Kelalaian
menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem
c. Kurang
sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya
d. Adanya
kerusakan dan kesalahan rancangan.
e.
Penggunaan teknologi computer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan
pemasangan teknologi tidak sesuai
f. Pengembangan
sistem yang tidak dapat dipelihara
g.
Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
3.Teknik-Teknik Dalam Pengembangan Sistem
Teknik-teknik
dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini
:
- Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique)
Teknik ini
digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek
- Teknik menemukan fakta atau pengumpulan data (fact finding techniques)
Yaitu teknik
yang dapat digunakan untuk mengumpukan data dan menemukan fakta-fakta dalam
kegiatan mempelajari sistem yang ada. Teknik-teknik ini diantaranya adalah :
1.Wawancara
(interview)
Memungkinkan
analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara
tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee).
2.Observasi (observation)
Adalah
pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu
observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisipsi dengan orang-orang yang
sedang melakukan suatu kegiatan tersebut.
3.Daftar pertanyaan (questionnaires)
Adalah suatu
daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang
memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden
yang dipilih.
4.Pengumpulan sampel (sampling)
Pengambilan
sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada
dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh
itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas.
- Teknik analisis biaya / manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost benefit analysis)
Teknik ini
menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi.
- Teknik untuk menjalankan rapat
Selama
proses pengembangan sistem dilakukan, seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh
tim pengembangan sistem sendiri atau rapat anatara tim pengembangan sistem
dengan pemakai sistem manajer, sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin
atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap
kesuksesan proyek pengembangan sistem.
- Teknik inspeksi / walkthrough
Inspeksi
merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan
dari analis sistem. Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya
dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak
mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu
oleh analis sistem yang lain. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud
menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak
mengandung kesalahan.
Referensi
sumber :
BAB
III
ANALISA SISTEM
3.1 DEFINISI
Analisa
sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi yang
utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikn
dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga
dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Analisa
sistem menurut para ahli
- Menurut Mc Leod :Analisa Sistem Adalah Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.
- Menurut Pressman : Analisa Sistem Adalah Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.
- Menurut Yourdan : Analisa Sistem Adalah Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.
- Analisa Sistem Secara Umum :adalah Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.
3.2
LANGKAH-LANGKAH ANALISA SISTEM
Langkah-langkah
dalam tahap analisa sistem hampir sama dengan yang akan langkah-langkahyang
dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di
tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-lingkup tugasnya. Di
analisa sistem, ruang lingkup tugasnya adalah lebih terinci. Di analisa sistem
ini, penelitian yang dilakukan oleh analis sistem adalah penelitian terinci,
sedang di perencanaan sistem sifatnya hanya penelitian pendahuluan
Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut:
Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut:
- Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
- Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
- Analyze, menganalisis sistem
- Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
3.3 TUGAS
& LAPORAN HASIL ANALISA SISTEM
1. Mengidentifikasi masalah
Mengidentifikasi
(mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap
analisis sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang
diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari
system tidak dapat dicapai. Oleh karena itu langkah pertama yang harus
dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu
masalah-masalah yang terjadi.
Tugas analis system Dalam Mengidentifikasi Masalah adalah :
- Mengidentifikasi Penyebab Masalah. Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aplikasi yang sedang dianalisisnya. Untuk aplikasi bisnis, analis sistem perlu mempunyai pengetahuan tentang sistem bisnis yang diterapkan di organisasi, sehingga dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atau yang telah ditemukan oleh analis sistem ditahap perencanaan sistem.
- Mengidentifikasi Titik Keputusan. Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya juga harus mengidentifikasikan titik keputusan penyebab masalah tersebut. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titikkeputusan penyebab masalah, maka dapat memulai penelitiannya dititik-titik keputusan tersebut. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, dapat digunakan dokumen paperwork flow atau form flowchart bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
- Mengidentifikasi Personil-personil Kunci. Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen perusahaan serta dokumen deskripsi kerja (job description).
2. Memahami kerja sistem
Langkah ini
dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada
beroperasi. Diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan
penelitian. Bila di tahap perencanaan sudah pernah diadakan penelitian,
sifatnya masih penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedangkan pada
tahap analisis sistem, penelitiannya bersifat penelitian terinci (detailed
survey).
Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan, kelemahan dan kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara, oberservasi, daftar pertanyaan dan pengambilan sampel.
Tugas analis system Dalam Memahami Kerja Sistem:
1. Menentukan Jenis Penelitian
Jenis penelitian perlu ditentukan untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti. Jenis penelitian tergantung dari jenis data yang diperoleh, dapat berupa data tentang operasi sistem, data tentang perlengkapan sistem, pengendalian sistem, atau I/O yang digunakan oleh sistem.
2. Merencanakan Jadual Penelitian
Supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif, maka jadual penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi :
- Dimana penelitian akan dilakukan
- Apa dan siapa yang akan diteliti
- Siapa yang akan meneliti
- Kapan penelitian dilakukan
3. Membuat Penugasan Penelitian
Setelah rencana jadual penelitian dibuat, maka tugas dilanjutkan dengan menentukan tugas dari masing-masing anggota tim analis sistem, yang ditentukan oleh koordinator analis sistem melalui surat penugasan dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitian yang harus dilakukan.
4. Membuat Agenda Wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, waktu dan materi wawancara perlu didiskusikan. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. Tujuannya adalah supaya wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan.
5. Mengumpulkan Hasil Penelitian
Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama, yaitu :
- Waktu untuk melakukan suatu kegiatan
- Kesalahan melakukan kegiatan di sistem yang lama
- Pengambilan sampel
- Formulir dan laporan yang dihasilkan oleh sistem lama
- Elemen-elemen data
- Teknologi yang digunakan di sistem lama
- Kebutuhan informasi pemakai sistem / manajemen
3.Menganalisis hasil
Langkah ini
dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang
telah dilakukan.
1. Menganalisis Kelemahan Sistem
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
1. Menganalisis Kelemahan Sistem
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
- Apa yang dikerjakan ?
- Bagaimana mengerjakannya ?
- Siapa yang mengerjakan
Menganalisis
kelemahan sistem sebaliknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
- Mengapa dikerjakan ?
- Perlukah dikerjakan ?
- Apakah telah dikerjakan dengan baik ?
Sasaran yang
diinginkan oleh sistem yang baru ditentukan oleh kriteria penilaian sebagai
berikut :
1. Relevance,
2. Capacity,
3. Efficiency,
4. Timeliness,
5. Accessibility,
6. Flexibility,
7. Accuracy,
8. Reliability,
9. Security,
10. Economy,
11.
Simplicity
Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini, selanjutnya
analis system akan dapat melakukan analis dari hasil penelitian dengan baik
untuk menemukan kelemahan dan permasalahan dari sistem yang ada.
2. Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai / Manajemen
Tugas lain dari analis sistem yang diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.
2. Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai / Manajemen
Tugas lain dari analis sistem yang diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.
4.membuat laporan hasil analisis
Laporan
hasil analisis diserahkan ke Panitia Pengarah (Steering Committee) yang
nantinya akan diteruskan ke manajemen. Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia
pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analis yang
telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.
Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah :
Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah :
- Analisis telah selesai dilakukan
- Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
- Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen
- Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap disain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi)
- Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat memeriksa kembali kebenaran data yang telah diperoleh.
Langkah-langkah dalam membuat
laporan hasil analisa :
1. Alasan
melakukan analisa istem
2.
Menguraikan permasalahan permasalahan yang terjadi pada sistem lama
3.
Mengidentifikai penyebab masalah
4.
Mengidentifikasi titik keputusan
5.
Menguraikan penelitian yang dilakukan
6.
Menguraikan hasil analisa
7.
Kesimpulan analisa
Referensi Sumber:
Analisis dan Disain Sistem Informasi, Jogiyanto HM, hal. 129.
BAB
IV
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
A. Sumber
Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.
B. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya
Adapun tiga teknik pengumpulan data
yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1. Kuisioner (Angket )
Angket / kuesioner adalah teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik
pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup
besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait
dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut
beberapa faktor antara lain :
- Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
- Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
- Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Kuesioner
adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan
tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan
jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab
secara bebas (kuesioner terbuka).
Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan,
Beberapa Kelebihan Teknik Kuisioner :
Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan,
Beberapa Kelebihan Teknik Kuisioner :
·
Secara
pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden,
·
lebih murah jika pemberiannya
dilakukan langsung dalam satu kelompok,
·
respon cukup
tinggi.
Namun
kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan
untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
Pengumpulan data dengan observasi
langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan
menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan
tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika
pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
- Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
- Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
- Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.
Pengamatan dapat dicek dan dikontrol
atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara
mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
·
Dengan cara
pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku,
pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu
perilaku tersebut terjadi.
·
Dengan cara
pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat
dicatat segera, dan tidak menggantungkan data dari ingatan seseorang
·
Pengamatan
langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi
secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek
tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik
karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan.
·
Dengan
pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan
yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu
metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung
antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel
besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin
menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik
wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian
kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara
terstruktur dan tidak terstruktur.
- Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
- Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
Metode Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara
adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya
jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si
penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide
(panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui
telpon.
Wawancara Tatap Muka
Beberapa kelebihan wawancara tatap
muka antara lain :
- Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
- Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
- Bisa membaca isyarat non verbal
- Bisa memperoleh data yang banyak
Sementara kekurangannya adalah :
- Membutuhkan waktu yang lama
- Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
- Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
- Pewawancara perlu dilatih
- Bisa menimbulkan bias pewawancara
- Responden bias menghentikan wawancara kapanpun
Wawancara via phone
Kelebihan
- Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka
- Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
- Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)
Kelemahan
- Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
- Wawancara harus diusahakan singkat
- Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel
Etika dalam Pengumpulan Data
Beberapa isu etis yang harus
diperhatikan ketika mengumpulkan data antara lain :
- Memperlakukan informasi yang diberikan responden dengan memegang prinsip kerahasiaan dan menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti.
- Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek. Dengan demikian, peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian kepada subjek dengan jelas.
- Informasi pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian, maka penyampaiannya harus diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden, dan memberikan alasan spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.
- Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar
- Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati.
- Dalam study lab, subjek harus diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
- Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka, baik secara fisik maupun mental.
- Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama study.
Referensi :
Uma Sekaran.
2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar