BAB : VI
IMPLEMENTASI
SISTEM
Implementasi sistem
merupakan salah satu tahap dari daur hidup pengembangan sistem (SI).
B.Tahap implementasi
sistem dapat terdiri dari langkah-langkah
-
Membuat
Rencana Implementasi
- Melakukan Kegiatan
Implementas
- Tindak Lanjut Implementasi
Hal-hal yang penting
pada rencana implementasi adalah:
a.
Menentukan Anggaran Biaya
Semua biaya yang
dikeluarkan untuk kegiatan implementasi perlu dianggarkan dalam bentuk “anggaran
biaya”, dimana anggaran biaya ini juga berfungsi sebagai pengendali/ kontrol
terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan.
Contoh: Anggaran
Biaya
ANGGARAN BIAYA
KEGIATAN IMPLEMENTASI
SISTEM
___Kegiatan
Biaya ___
- Pemilihan & Pelatihan Personil Rp. 2.000.000,-
2.Penentuan Tempat
& Instalasi HW & SW Rp. 1.000.000,-
- Kegiatan …………… Rp. ……………..
Total Rp. …………
b.
Pengaturan Waktu (Penjadwalan/ Skedul)
Waktu
yang diperlukan untuk melakukan kegiatan implementasi perlu diatur dalam bentuk
skedul/ penjadwalan.
Contoh:
Penjadwalan yang digambarkan dengan Gantt Chart
Kegiatan-kegiatan
yang dapat dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah sbb.:
1.
Pemilihan dan Pelatihan Personil
2.
Pemilihan tempat dan instalasi HW & SW
3.
Pemrograman & Testing Program
4.
Testing Sistem
5.
Konversi Sistem
1. Pemilihan dan Pelatihan Personil
Telah
diketahui bahwa manusia (brainware)merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan
dalam SI. Jika SI ingin sukses, maka personil- personil yang terlibat harus
diberi pengertian dan pengetahuan yang cukup tentang SI dan posisi serta tugas mereka.
·
Pemilihan personil
Personil-personil
yang dipilih untuk SI dapat berasal dari 2 sumber:
–
Internal (karyawan dalam perusahaan)
–
Eksternal (calon karyawan dr luar prsh)
·
Pelatihan/ pendidikan
Pelatihan
(Training)
–
untuk personil operasi
–
ditekankan pd bagaimana cara mengoperasikan sistem Pendidikan (Education)
–
untuk pemakai informasi
–
ditekankan pd bagaimana kerja sistem & apa yg diperoleh dari sistem.
Ada
beberapa pendekatan dalam pelatihan & pendidikan :
- Ceramah/ seminar
- Pelatihan prosedural
- Pelatihan tutorial
- Simulasi
- Latihan langsung di pekerjaan (on the job training)
1.
Ceramah/ Seminar
Pendekatan ini
memungkinkan pemberi ceramah/seminar untuk memberikan pendidikan kepada
beberapa orang sekaligus pada saat yang sama.
Ceramah / seminar
baik untuk pendidikan, terutama untuk menjelaskan sistem secara garis besarnya.
Pendekatan ini baik
jika personil-personil yang mengikutinya cukup banyak dan mempunyai tugas yang
seragam dan tingkat pendidikan yang setingkat.
2.
Pelatihan Prosedural
Pendekatan pelatihan
ini menyediakan kepada masing – masing personil dengan prosedural-prosedural
tertulis yang menjelaskan kegiatan masing – masing personil tersebut.
Personil- personil
ini dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan baik secara berkelompok atau secara
perorangan tentang tugas-tugasnya yang ada diprosedur tertulis tersebut.
3.
Pelatihan Tutorial
Pendekatan ini
ditujukan untuk masing-masing personil secara tatap muka. Pendekatan ini baik
untuk tugas-tugas yang rumit dan vital (penting) yang
membutuhkan bimbingan – bimbingan langsung.
4.
Simulasi
Pendekatan pelatihan
ini dilakukan dengan membuat suatu simulasi yang mewakili lingkungan/ situasi
kerja personil.
5.
Latihan Langsung di Pekerjaan (on the job training)
Pendekatan pelatihan
ini dilakukan dengan meletakkan personil langsung pada posisi pekerjaanya.
Personil-personil
yang dilatih diberi penjelasan-penjelasan dan instruksi- instruksi tentang apa
yang harus dikerjakannya yang langsung dipraktekkan pada situasi kerja
yang sebenarnya.
·
Skedul Pelatihan
& Pendidikan
Skedul ini terdiri
dari :
–
Siapa yang akan dilatih / dididik?
–
Subjek/materi pelatihan/pendidikan
–
Tanggal dan waktu
–
Lokasi
–
Pendekatan pelatihan/pendidikan
–
Siapa instrukturnya?
2.Pemilihan Tempat dan Instalasi HW & SW
Pemilihan Tempat HW
& SW
Tempat
HW & SW dari SI perlu ditentukan dan disiapkan.
Keamanan
fisik dari tempat perlu juga dipertimbangkan.
Instalasi
HW & SWSetelah
tempat disiapkan, maka selanjutnya dilakukan instalasi (pemasangan) dariHW
& SW.
3.Pemrograman & Testing Program
- Pemrograman
Rancangan program (p.lunak) yang sudah dibuat sebelumnya perlu dilakukan
pemrograman. Pemrograman merupakan kegiatan menulis program yang akan
dieksekusi oleh komputer. Pemrograman dilakukan oleh Programmer dengan
menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditentukan.
- Testing Program
Sebelum program diterapkan, maka program harus bebas dari kesalahan. Oleh
karena itu program harus dites/diuji terlebih dahulu untuk menemukan
kesalahan-kesalahan yang mungkin dapat terjadi.
4. Testing Sistem
- Tes sistem dilakukan untuk memeriksa kekompakkan atau hubungan antar komponen dari SI. Tujuan utama dari tes ini adalah untuk memastikan bahwa elemen-elemen / komponen- komponen SI telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
5. Konversi Sistem
- Proses konversi sistem merupakan proses untuk meletakkan sistem baru supaya siap mulai untuk dapat digunakan.
- Ada beberapa pendekatan untuk melakukan konversi sistem:
1. Konversi Langsung
2. Konversi Paralel
3. Konversi Percontohan
4. Konversi Bertahap
1.
Konversi Langsung
- Pendekatan konversi langsung dilakukan dengan mengganti sistem yang lama langsung dengan sistem yang baru.
- Kelebihan:
–
Relatif tidak mahal
Kelemahan:
- Mempunyai resiko kegagaan yang sangat tinggi
2.
Konversi Paralel
Pendekatan konversi
paralel dilakukan dengan mengoperasikan sistem yang baru bersama-sama dengan
sistem yang lama selama suatu periode waktu tertentu.
Jika sistem yang baru
sudah dapat beroperasi dengan baik, barulah sistem yang lama dihentikan.
Kelebihan:
Memberikan derajat
proteksi yang tinggi kepada organisasi dari kegagalan sistem baru
Kelemahan:
Besarnya
biaya untuk pengaplikasian fasilitas dan biaya personil yang memelikaha risten
rangkap tersebut
3.
Konversi Percontohan
Pendekatan konversi
percontohan dilakukan bila sistem yang baru akan diterapkan pada beberapa
area/tempat yang terpisah (mis: pada beberapa cabang perusahaan)
Sistem yang baru
diterapkan di satu tempat (cabang) terlebih dahulu, jika sudah sukses baru
diterapkan di tempat (cabang) yang lain.
Kelebihan:
Bisa di terapkan pada
beberapa aree/tempat terpisah
Kelemahan:
Resiko tinggi
4.
Konversi Bertahap
Pendekatan konversi
bertahap dilakukan dengan menerapkan masing-masing modul sistem yang baru
(sub-sistem) yang berbeda secara urut. Tiap-tiap modul dioperasikan terlebih
dahulu dan jika telah sukses maka disusul oleh modul yang lainnya.
Kelebihan:
Kesepakan perubahan
dalam organisasi tertentu bisa minimasi dan sumber2 pemrosesan data dapat di
peroleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas
Kelemahan:
Keperluan biaya ygn
harus di adakan utk mengEmbangkan interface tempores dengan sistem lama, daya
terapnya terbatas, terjadi kemunduran semangat dari organisasi
Tindak lanjut dari
implementasi sistem adalah melakukan tes penerimaan (acceptance tes). Tes ini
berbeda dengan tes yang sebelumnya.
Pada tes ini
dilakukan dengan menggunakan data yang sebenarnya dalam jangka waktu
tertentu.
Setelah tes tsb
dilakukan, maka perlu diselenggarakan suatu Rapat Penerimaan (acceptance
meeting), dimana rapat ini merupakan acara penyerahan sistem dari pihak
pengembang ke pihak pelanggan (yang punya sistem).
Referensi Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar